Minggu, 05 Oktober 2014

Blok Filsafat Day 9 - Seni, Agama, Budaya dan Peradaban Manusia

Hai teman :D hari ini lanjutan postingan yg pertemuan kemarin, bersamaan dengan yang etos kerja 


yang akan kita bahas hari ini adalah tentang...

Manusia : Seni, Agama, Budaya dan Peradaban


Hakikat Seni dan Estetika

·       Amsal Bakhtiar (2007)
seni = suatu produk peradaban manusia, suatu wilayah dan suatu kebudayaan yang diciptakan oleh suatu bangsa atau kelompok masyarakat.
Secara teoritis, seni / kebudayaan = manifestasi budaya manusia yang memenuhi syarat-syarat estetik.

·       Koentjaraningrat yang dikutip Andi Hakim Nasution (2007)
dalam budaya terdapat tujuh unsur yang dapat ditemukan pada semua bangsa di dunia ini, yaitu :

1.       Bahasa
2.       Sistem pengetahuan
3.       Organisasi sosial
4.       Sistem peralatan hidup dan teknologi
5.       Sistem mata pencaharian hidup
6.       Sistem religi
7.       Kesenian

·       Koentjaraningrat
suatu unsur universal kesenian dapat berwujud gagasan, ciptaan, pikiran, cerita, dan syair-syair yang indah. Namun, kesenian juga dapat berwujud tindakan interaksi berpola antara seniman pencipta, seniman penyelenggara, sponsor kesenian, pendengar, penonton, dan konsumen basil kesenian. Kesenian juga dapat berupa benda-benda indah, candi, kain katun yang indah, benda-benda kerajinan dan sebagainya.

·       Surajiyo (2008)
secara praktis, seni sebagai suatu kebudayaan yang diciptakan manusia dapat dibedakan atas :

1.       Seni sastra, seni dengan alat bahasa
2.       Seni musik, seni dengan alat bunyi atau suara
3.       Seni tari, seni dengan alat grakan
4.       Seni rupa, seni dengan alat garis, bentuk, warna, dan sebagainya
5.       Seni drama atau teater, seni dengan alat kominasi sastra, musik, tari atau gerak, dan rupa.

·       Menurut The Liang Gie (2007)
seni = suatu hal yang menunjuk kepada keindahan (estetika). Berdasarkan teori umum yang berkembang tentang  keindahan, dapat dikategorikan kepada tiga besar, yaitu :

1.       Hal yang indah dan baik : keindahan sebagai suatu jenis keserasian atau ketertiban
2.       Keindahan dan kebenaran : hal yang indah sebagai suatu sasaran perenungan.
3.       Unsur-unsur keindahan : kesatuan, perimbangan dan kejelasan.

 -  Hamdani (2011) : definisi tentang keindahan dengan menunjuk kepada pandangan para ahli.

- Mortimer Adier : sifat dan suatu benda yang memberi kita kesenangan yang tidak berkepentingan yang bisa diperoleh semata-mata dan memikirkan atau melihat benda individual itu sebagaimana adanya.

- Thomas Aquinas : suatu yang menyenangkan saat dilihat.

 Aristoteles : sesuatu yang selain baik juga menyenangkan

- Charles J. Bushnell : kualitas yang mendatangkan penghargaan yang mendalam tentang berbagai nilai atau ideal yang membangkitkan semangat.

- Miichelangelo : penyingkiran hal-hal yang berlebihan.

- Monroe Beardsley sebagaimana dikutip The Liang Gie (2007) : terdapat tiga unsur yang menjadi sifat dasar membuat sesuatu yang baik dan indah dalam seni

1.       Kesatuan (unity)
2.       Kerumitan (complexity)
3.       Kesungguhan (intensity)

- Supranto (2011) estetika mempelajari tentang hakikat keindahan di dalam seni. Estetika merupakan cabang filsafat yang mengkaji tentang hakikat indah dan buruk. Estetika (seni) memiliki sifat yang universal, berarti berlaku umum.

Hakikat Agama

ü Amsal Bakhtiar (2007) memahami kata agama berasal dari bahasa sansekerta dari kata “a” berarti tidak dan “gama” berarti kacau. Jika digabungkan berarti sesuatu yang tidak kacau.

ü Menurut Hinduisme agama sebagi kata yang berfungsi memelihara integritas seseorang atau sekelompok orang agar hubungannya dengan realitas tertinggi, sesama manusia dan alam sekitarnya tidak kacau.

ü Dedi Supriadi dan Juhaya S. Praja (2010) mengungkapkan, kesalehan vertikal dalam ritual dan pengakuan dokrin tidak cukup, religiusitas menuntut komitmen nilai dalam hubungan manusia secara horizontal. Ketika bersama dengan penyebaran ajaran, agama mengalami pembakuan doktrin dan pembentukan jaringan institusi. Pada tahap ini agama lebih fokus pada perkara struktur. Struktur ajaran dalam rupa pernyataan verbal maupun wacana menjadi penting, tapi juga struktur organisatoris mengalami perluasan dan perumitan.

-  Yang mengaburkan pada masa pramodern adalah idealisme “tanggung jawab “ yaitu analisis antara yang suci dan kekuasaan.

Hakikat Budaya

-         Ayi Sofyan (2010) memahami tantang budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddliayah yang berarti sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.

-         Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat.

-         Melvile J. Hersovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri.

-         Koentjaraningrat (2007) memahami budaya adalah keseluruhan sistem, gagasan, tindakan, dan hasil kerja manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik manusia yang belajar.

-         Yojachem berkata tentang pengaruh agama terhadap budaya manusia yang imateriel bahwa mitologis hubungan kolektif tergantung pada pemikiran terhadap Tuhan.

-         Ciri khas yang mengambarkan kebudayaan  Indonesia :

·         Rumah adat daerah yang berbeda satu dengan lainnya.
·         Alat musik di setiap daerah yang berbeda
·         Kriya ragam hias dengan motif-motif tradisional, dan batik yang sangat beragam antar daerah tertentu, dibuat diatas media kain dan kayu.
·         Properti kesenian Indonesia memiliki beragam bentuk selain seni musi, tari, teater, wayang golek dan topeng.
·         Pakaian daerah
·         Benda seni
·         Adat isitadat

-         The Liang Gie mengatakan kebudayaan dibagi dalam tiga sistem, yaitu :
1.       Sistem lazim yang sering disebut adat istiadat
2.       Sistem sosial di mana merupakan suatu tindakan yang berpola dan manusia
3.       Sistem teknologi sebagai modal peralatan manusia untuk menyambung keterbiasan jasmaninya.

-         Soegiri (2008) mengemukakan pandangan Melvile J. Hersovits yang menyebutkan kebudayaan memiliki empat unsur pokok, yaitu alat-alat teknologi, sistem ekonomi, keluarga, dan kekuasaan politik.

-         Bambang Sugiharto (2008) merumuskan empat prinsip dasar yang penting dalam memahami kebudayaan, yaitu :

1.       Tanda (dalam bahasa) terdiri atas yang menandai dan yang ditandai. Penanda yaitu citra bunyi, sedangkan penanda yaitu gagasan atau konsep. Konsep bunyi memiliki 3 komkonen, yaitu : artikulasi kedua bibir, pelepasan udara yang keluar secara mendadak, dan pita suara yang tidak bergetar.
2.       Adanya acuan ke realitas objektif
3.       Permasalahan yang selau kembali dalam mengkaji masyarakat dan kebudayaan adalah hubungan antara individu dengan masyarakat.
4.       Gagasan kebudayaan.

Hakikat Peradaban

Menurut Andi Hakim Nasution (2007) kebudayaan dan peradaban hanya merupakan istilah. Peradaban biasanya dipakai untuk bagian-bagian dan unsur-unsur kebudayan yang ‘harus’ dan ‘indah’. Pada sisi lain, istilah peradaban juga dipakai untuk menyebut suatu kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi, seni bangunan, seni rupa, seni kenegaraan, dan ilmu pengetahuan yang maju dan kompleks. Dari segi etimologis, peradaban berarti kebudayaan yang telah sampai pada tingkat jenuh, yang telah berlangsung secara terus-menerus. Pada waktu perkembangan kebudayaan mencapai puncaknya terwujud unsur-unsur budaya bersifat halus, indah, tinggi, sopan, luhur, dan sebagainya maka masyarakat pemilik kebudayaan itu dikatakan telah memiliki perdaban yang tinggi.

Interkoneksi ilmu Pengetahuan, Seni dan Agama dalam Prespektif, Budaya, dan Peradaban.

      1.       Prespektif Ilmu dalam Budaya
Manusia diciptakan oleh yang Maha Kuasa dengan sempurna, yaitu dilengkapi dengan seperangkat akal dan pikiran. Dengan akal dan pikiran manusia mendapatkan ilmu, seperti ilmu sosial, ilmu pertanian, ilmu pendidikan,dan ilmu kesehatan.  Pada Hakikatnya manusia memiliki keingintahuan pada setiap hal yang ada maupun yang sedang terjadi di sekitarnya. Pengetahuan kaidah berpikir atau logika merupakan sarana untuk memperoleh,memelihara, dan meningkatkan ilmu.

Ilmu merupakan bagian dari pengetahuan dan pengetahuan merupakan unsur kebudayaan. Ilmu dan kebudayaan berada dalam posisi yang saling tergantung dan saling memengaruhi. Peranan ganda ilmu dalam pengembangan kebudayaan sebagai berikut :

a.       Ilmu merupakan sumber nilai yang mendukung terselenggaranya perkembangan kebudayaan nasional.
b.       Ilmu merupakan sumber nilai yang mengisi pembentukan waktu suatu bangsa.

Ada tujuan nilai yang terkandung dalam hakikat keilmuan, yaitu knitis, rasional, logis, objektif, terbuka, menjunjung kebenaran, dan pengabdian universal.

Langkah-langkah yang digunakan yang pada pokoknya beberapa pemikiran :

·         Ilmu merupakan kebudayaan, sehingga setiap langkah dalam kegiatan peningkatan ilmu harus memperhatikan budaya.
·         Ilmu merupakan salah satu cara menemukan kebenaran
·         Asumsi dasar dan setiap kegiatan dalam menemukan kebenaran yaitu percaya dengan metode yang digunakan
·         Kegiatan keilmuan harus dikaitkan dengan moral
·         Pengembangan keilmuan harus seiring dengan pengembangan filsafat
·         Kegiatan ilmiah harus otonom dan bebas dari kekangan struktur kekuasaan.

      2.       Prespektif Budaya dan Pengetahuan dalam Peradaban
Kebudayaan dapat digunakan untuk keperluan praktis, memperlancar pembangunan masyarakat, di satu sisi pengetahuan teoretis tentang kebudayaan dapat mengembangkan sikap bijaksana dalam menghadapi serta menilai kebudayaan yang lain dan pola perilaku yang bersumber pada kebudayaan sendiri. Kebudayaan sebagai sistem yang merupakan hasil adaptasi pada lingkungan alam atau suatu sistem yang berfungsi untuk mempertahankan kehidupan masyarakat.

Kebudayaan tidak bisa terlepas dari peradaban. Peradaban muncul setelah adanya masa kolonialisasi di mana ada semangat untuk menyebarkan dan menanamkan peradaban bangsa kolonial dalam masyarakat jajahannya, sehingga pada masa itu antara masyarakat yang ‘beradab’ dan yang ‘kurang beradab’ dapat digeneralisasikan sebagai corak kehidupan barat vs. yang bukan barat.

      3.       Prespektif Agama dan Budaya
agama yang dibudidayakan yaitu suatu agama yang dimanifestasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh penganutnya, sehingga menghasikan suatu karya/budaya tertentu yang mencerminkan ajaran agama yang dibudidayakan itu. Agama bukan suatun aturan yang dibuat oleh Tuhan, tetapi agama merupakan suatu kebutuhan manusia untuk kebaikan manusia. Pembudayaan suatu agama dapat mengangkat citra agama apabila pembudayaan itu dilakukan dengan tepat dan penuh tanggung jawab sehingga mampu mencermikan agamanya.

      4.       Agama sebagai Kritik Kebudayaan
Penting ditekankan bahwa agama meiliki peran sebagai kritik kebudayaan.  Kebudayaan harus dinilai dalam prespektif ke arah mana ia akan membawa manusia. Agama harus berdimensi kritis terhadap kebudayaan manusia.  Agama harus meminimalisasi kecenderungan ‘sekularisasi kebudayaan’.

-         Fungsi kritis agama harus dilakukan dengan menjauhi sikap yang sifatnya totaliter
-         Agama dalam menerangkan fungsi kritisnya secara konkret harus memiliki pengetahuan empiris yang tangguh.

      -         Agama tidak bisa bersifat politisi dalam pengertian hanya membatasi diri pada masalah ritualistik dan moralitas dalam kerangka ketaatan kepada Tuhannya.
      -         Perlunya mendefinisikan kembali pertobatan dalam keberagaman manusia.

     5.       Produk Kebudayaan Manusia Menghasilkan Peradaban
Setiap masyarakat atau bangsa di manapun selalu berkebudayaan, tetapi tidak semuanya memiliki peradaban, peradaban merukapan tahap tertentu dan kebudayaan masyarakat tertentu yang telah mencapai kemajuan tertentu yang dicirikan oleh tingkat ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang sudah maju. Manusia adalah makhluk yang beradab sebab dianugerahi harkat, martabat, serta potensi yang tinggi. Peradaban moral dan manusia merupakan nilai-nilai dalam masyarakat dalam hubungannya dengan kesusilaan.

     6.       Seni sebagai Penggerak Budaya Peradaban
Akar pengalaman estetik merupakan pengalaman keseharian. Kepekaan atas medan bentuk serta pengalaman atas gerak denyut kehidupan macam itulah akar dan kesadaran estetik dan kecenderungan berkesenian. Seni adalah segala upaya untuk memberi bentuk manusiawi pada hidup dan semesta, berbagai cara membiasakan aspirasi batin lewat penciptaan benda dan peristiwa.

Tahap Eksistensi Manusia

      A.      Tahap Estetis
Tahap estetis adalah tahap di mana orientasi hidup manusia sepenuhnya diarahkan untuk mendapatkan kesenangan. Manusia estetis adalah manusia yang pada akhir hidupnya hampir tidak bisa lagi menentukan pilihan, karena semakin banyak alternatif yang ditawarkan masyarakat dan jamannya.
     
      B.      Tahap Etis
Perubahan hidup dari estetis ke etis merupakan semacam pertobatan, di mana individu mulai menerima kebijakan-kebijakan moral dan memilih meningkatkan diri padanya. Manusia etis akan sanggup menolak tirani dan kuasa dari luar.

     C.      Tahap Religius
Lompatan tahap etis ke tahap religius lebih sulit karena tidak perlu pertimbangan rasional melainkan keyakinan subjektif berdasarkan pada iman. Hidup dalam Tuhan adalah hidup subjektivitas transedent, tanpa rasionalisasi atau tanpa ikatan kepada suatu yang bersifat duniawi.

Kaitan Psikologi dengan Agama
Agama bersifat dogmatis yaitu mengandung nilai-nilai yang terkait dengan keyakinan kebenaran dalam agama tidak selalu dapat diterima dengan nalar. Psikologi menurut Plato dan Aristoteles adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hakikat jiwa serta prosesnya sampai akhir. Psikologi agama merupakan bagian dari psikologi yang mempelajari masalah-masalah kejiwaan yang ada sangkut pautnya dengan keyakinan beragama.

Tahap Budaya

      1.       Budaya dalam kaitan Psikologis
Psikologi menurut budaya yaitu perilku yang cenderung untuk mengulang-ulang bentuk-bentuk perilsku tertentu karena perilaku tersebut diturunkan melalui pola asuh dan proses belajar. Masyarakat Indonesia yang majemuk terdiri dari berbagai budaya. Masyarakat Indonesia yang majemuk terdiri dari berbagai budaya secara logis akan mengalami berbagai permasalahan,persentuhan antar budaya akan selalu terjadi karena permasalahan silang budaya selalu terkait erat dengan cultural meterialisme yang mencermarti budata dari pola pikir dan tindakan dari kelompok sosial tertentu di mana pada tempramen ini banyak ditentukan oleh faktor keturunan. Masyarakat dan kebudayaannya pada dasarnya merupakan tayangan besar dari kehidupan bersama antara individu-individu manusia yang bersifat dinamis.

     2.       Budaya dan Perkembangan kepribadian
Kepribadian manusia selalu berubah sepanjang hidupnya dalam arah-arah karakter yang lebih jelas dan matang. Perbuahan-perubahan tersebut sangat dipengaruhi lingkungan dengan fungsi-fungsi bawaan sebagai dasarnya. Selain itu, perkembangan kepribadian seseorang dipengaruhi pula oleh semakin bertambahnya usia seseorang.

      3.       Budaya dan Konsep Diri
Konsep diri adalah organisasi dari presepsi-presepsi diri. Suatu deskripsi tentang siapa kita , mulai dari identitas fisik, sifat hingga prinsip.

      4.       Budaya dan Psikologi Indigenous
   
      5.       Perkembangan Budaya dan Aplikasi

       Menurut Prof. Kusdwiratri Setiono, ada 4 hal yang perlu diperhatikan, yaitu :

1.       Pengetahuan psikologi tidak dipaksa dari luar melainkan dari tradisi budaya setempat.
2.       Psikologi sesungguhnya bukan berupa tingkah laku artifisial uang diciptalan melainkan berupa tingkah laku keseharian.
3.       Tingkah laku dipahami dan diinterpretasi tidak dalam kerangka teori yang import,melainkan dalam kerangka pemahaman buday setempat.
4.       Psikologi indegenous mencakup pengetahuan psikologi yang relevan dan didesain untuk orang- orang setempat.

Psikologi indegenous selalu dikaitkan dengan penelitian dan proses indigenesasi budaya. Proses untu indegenous psychology kan suatu budaya itulah yang disebut dengn indigenisasi. Beberapa istilah indigenissasi menurut bProf. Kusdwiratri Setiono :

·         Ada kedekatan antara pendekatan indigenous dengan pendekatan psikologi lintas budaya
·         Pendekatan ini berbeda, namun sama-sama perlu digunakan secara bersamaan.
·         pendekatan ini mencakup pendekatanindigenizatin from within dan pendekatan lintas budaya mencakup indigenization from without.

Integrasi Ilmu Pengetahua, Seni, dan Budaya


Tidak semua pengetahuan dikategorikan ilmu,sebab pengetahuan itu sendiri sebagai segala sesuatu yang diketahui dan datang sebagai hasil dan aktivitas pancaindera untuk mengetahui, yaitu terungkapnya suatu kenyataan ke dalam jiwa sehingga tidak ada keraguan terhadapnya, sedangkan ilmu menghendaki lwbih jauh, luas, dan dalam dan pengetahuan. 
Kebudayaan sebagai sistem yang merupakan hasil adaptasi pada lingkungan alama atau suatu sistem yang berfungsi untuk mempertahankan kehidupan masyarakat, yang merupakan hasil dan manusia yang merupakan makhluk yang beradab sebab dianugerahi harkat, martabay serta potensi kemanusiaan yang tingggi. 
Agama dapat berfungis sebagai kritik seni sekaligus sebagai kritik ilmu, bahwa fungsi kritis agama harus dilakukan dengan menjauhi sikap yang sifatnya totaliter. Wujud peradaban moral dan agama merupakan nilai-nilai dalam masyarakat dalam hubungannya dengan kesusilaan.

Sabtu, 04 Oktober 2014

FIELD TRIP KE KAMPUNG BETAWI ( 2 October 2014 )

Teman - teman sebangsa dan senegara yang setia baca postingan Woen :D
Kali ini beda nih, bukan tentang debat bukan tentang materi di kampus
tapi.....
mau cerita nih Field Trip seangkatan Psikologi 2014/2015 kemaren ke Kampung Betawi, Setu Babakan di Jakarta Selatan kalo ga salah hihihi :D

Tapi tunnggu dulu, jangan iri - iri jangan bilang enak - enak, karena dalam blok filsafat ini FULL dengan tugas. Jadi tugas utama kita di Setu Babakan ini adalah untuk membuat suatu presentasi, bisa berupa powerpoint ataupun video TENTANG :
1. Pengaruh modernisasi terhadap budaya betawi (khususnya di Setu Babakan)
2. Etos kerja penduduk sekitar Setu Babakan

Oke kita mulai ceritanya dari awal sampai akhir

Jadi, sekitar jem 6.30 sudah sampai kampus dan kumpul di kelas, tentunya dengan baju yang seragam dengan kelompok saya yaitu kelompok Thick Book dimana karena bertepatan dengan Hari Batik Nasional, kami semua memutuskan untuk pakai batik :D Selain itu kami juga membuat nametag untuk tambahan aksesoris yang seragam dengan kelompok biar makin kompak



Pagi - pagi saat kumpul di kelas, sempat diberikan materi lagi tentang Etos Kerja selama kurang lebih 45 menit oleh Pak Raja lalu ada briefing sebentar tentang field trip hari itu. Setelah itu langsung menuju ke bis dan langsung dapat snack pagi. Dan untungnya tidak terkena macet (sebenarnya saya gatau sih macet atau tidak, karena saya tidur) jadi cuma 2 jam langsung sampai di Setu Babakan.




Sesampainya disana, dijelaskan lebih lanjut lagi tentang apa yang harus kita lakukan, yaitu sebelum makan siang, kita bersama dengan kelompok harus mengumpulkan data tentang yang pengaruh modernisasi terhadap budaya betawi dengan mewawancari warga - warga sekitar.

Langsung saja deh saya bersama kelompok pergi ke tempat yang biasa ada pertunjukan budayanya, jadi ada panggung dimana terdapat alat - alat musik tradisional khas betawi seperti Gambang Kromong dan lain lain. Karena kebetulan ada kunjungan dari sekolah lain, makanya ada pertunjukan di panggungnya dan tari - tarian. Langsung saja kita temui dan wawancara staf yang ada di kantor sekitar situ dan berbincang - bincang selama kurang lebih 30 menit. Setelah itu kami pun pergi ke tempat batik untuk melihat - lihat dan berbincang - bincang dengan pemilik usaha batik di Kampung Betawi, lalu mewawancarai 1 lagi warga disitu. Jadi, jumlahnya 3 orang yang diwawancarai untuk tugas yang bagian pertama.



















Siangnya kami pun menyantap makan siang yang sudah disediakan panitia field tripnya, tak lupa juga sebagian dari kami membeli jajanan - jajanan sekitar seperti es doger , kerak telor, es kelapa, bir pletok dan lain lain. Setelah selesai makan siang, kita langsung bersiap untuk mewawancarai pedagang - pedagang yang ada di sepanjang jalanan untuk tugas kami yang kedua yaitu tentang etos kerja. Kami mewawancari tukang es potong, pembuat ondel - ondel, penjual minuman, penjual dodol, penjual es kelapa, dan juga anggota TNI. Banyak cerita - cerita yang mereka bagikan, banyak pula nilai - nilai kehidupan yang bisa kita petik dari pengalaman hidup mereka baik sedih ataupun gembira. Walaupun sebagian besar menjawab pengalaman membahagiakan mereka adalah saat dagangannya laku dan pengalaman menyedihkannya adalah saat tidak punya uang, saat musim hujan sehingga dagangan tidak laku.










Menjelang waktu habis di Kampung Betawi , banyak sekali yang memanfaatkan sisa waktu itu untuk mengambil foto - foto bersama dengan dosen ataupun kelompok ataupun selfie, ada yang jajan makanan khas betawi, saya pribadi membawa pulang dodol dan roti buaya, ada juga yang naik bebek - bebekan di danau ataupun main scooter, pokoknya walaupun semuanya capek karena tugas, kita tetep mau setidaknya senang - senang sedikit sebelum pulang ke Untar lagi.




Waktupun habis dan kami berkumpul seangkatan untuk foto - foto untuk dokumentasi kampus. Lalu masuk ke bis dan perjalanan yang sama seperti tadi berangkat, kembali lagi ke UNTAR.






Terasa cukup singkat, namun banyak sekali hal - hal yang kami bisa pelajari dan amati selama berada di Setu Babakan. Senang rasanya masih ada pelestarian budaya seperti Kampung Betawi ini. Seharusnya tempat - tempat seperti ini dipebanyak sehingga budaya - budaya yang lain tidak tertinggal dan hilang karena pengaruh modernisasi.

Sekian yah :D
Thanks for reading, pembaca setia blog Woen









Blok Filsafat Day 10 - Eksistensialisme menurut Kierkegaard dan Sartre

Seperti biasa, saya kebut buat postingan yang selanjutnya jadi 2 pertemuan sekaligus hari ini hehehe
Kali ini yang ga kalah menarik nih topiknya, yaitu

Eksistensialisme ! tapi kali ini beda karena topic ini dijelaskan berdasarkan 2 ahli filsuf terkenal yaitu Kirkegaard dan Sartre

Eksistensialisme Menurut Kirkegaard

Sebelumnya, kita kenalan dulu boleh kali sama ahli filsuf kita yang satu ini

Nama                           : Soren Aabye Kierkegaard
TTL                              : Kopenhagen, Denmark 15 Mei 1813
Riwayat pendidikan    : Belajar teologi di Univ. Kopenhagen, tp tidak selesai.
Riwayat kehidupan      :
·        Saat 3 saudara, ayah dan ibunya meninggal ia mengalami krisis.
·        Sempat menjauh dr temannya dan agama.
·        Sempat bertunangan dg Regina Olsen, tp tidak jadi menikah.
·        1849 kembali lagi ke agamanya (Kristen).
·        Meninggal 1855 sbg org religius dan dipandang sbg tokoh di gerejanya.
·        Dia dikenal sbg bapa eksistensialisme, aliran filsafat yg berkembang 50 thn setelah kematiannya.

Apa itu Eksistensialisme ?
·        Pengertian: aliran filsafat yang pokok utamanya adalah manusia dan cara berada manusia yang khas di tengah makhluk-makhluk lainnya.

·        Secara Etimologis :

Ex = Keluar
Sistensia (sistere) = berdiri
Manusia bereksistensi = manusia baru menemukan diri sebagai aku dengan keluar dari dirinya.

·        Pusat seseorang terletak di luar dirinya dan sibuk dengan sesuatu yang lain di luar dirinya.

·        Eksistensialisme dari segi isi bukan satu kesatuan, tapi lebih merupakan gaya berfilsafat.

·        Beberapa tokoh filsafat yang menganut gaya eksistensialisme, selain Kierkegaard, yaitu Edmund Husserl, Martin Heidegger, Gabriel Marcel, Jean Paul Sartre. 

·        Meskipun banyak pandangan tentang eksistensialisme, namun terdapat satu hal yang sama yaitu bertitik tolak pada manusia konkrit bukan hanya mendengar dari orang lain.

CIRI-CIRI EKSISTENSIALISME :

1.       Motif pokok adalah eksistensi, cara manusia berada.

2.       Bereksistensi diartikan secara dinamis, merencanakan, membuat, menjadi dan menciptakan diri secara aktif.

3.     Manusia dipandang terbuka dan belum selesai, juga terikat pada dunia sekitarnya, khususnya pada sesama.


POKOK-POKOK AJARAN KIRKEGAARD :

1.       Walaupun ia memandang Hegel sebagai pemikir besar tetapi satu hal yang dilupakan yaitu eksistensi manusia sebagai individual konkrit. Dimana manusia tidak dapat dibicarakan “pada umumnya” atau “menurut hakikatnya” karena manusia pada umumnya tidak ada.

2.       Yang ada adalah manusia konkrit yang semuanya penting, berbeda dan berdiri di hadapan Tuhan.

3.       Eksistensi bagi Kirkegaard adalah merealisir diri, mengikat diri dengan bebas, dan mempraktekkan keyakinannya dan mengisi kebebasannya.

4.       Hanya manusia bereksistensi karena dunia,binatang dan sesuatu lainnya hanya “Ada.” Manusia bereksistensi, yakni menjadi (dalam waktu) seperti ia (akan) ada (secara abadi)

5.     Maka menurut Kirkegaard ada 3 cara bereksistensi, yaitu :

·        Sikap estetis : menyangkut keindahan, merengguh sebanyak mungkin kenikmatan yang dikuasai oleh perasaan. Cara hidup yang amat bebas. Harus memilih hidup terus dengan kenikmatan atau meloncat ke tingkat lebih tinggi lewat pilihan bebas

·        Sikap etis : menerima kaidah  kaidah moral , sura hati dan memberi arah pada hidupnya. Cth : ikatan perkawinan. Manusia suah mengakui kelemahannya tapi belom melihat cara mengatasinya sehingga manusia mereasa butuh pertolongan dari atas, lalu ke sikap hidup religious

·        Sikap religious : berhadapan dengan Tuhan, manusia sendiri

Manusia menjadi seperti yang dipercayainya

-          Parmenides berkata ‘berpikir sama dengan berada” ditolak oleh Kierkegaard karena menurutnya “percaya itu sama dengan menjadi”

-          Manusia tidak bisa dilihat hanya yg dipikirkan, tapi yg dia percayai. Manusia memilih untuk menjadi penonton pasif atau aktif dalam mengisi kehidupannya

Waktu dan keabadian

-          Setiap orang : campuran dari ketakterhinggaan dan keterhingaan. Manusia adalah gerak menuju Allah tp juga terpisah/terasing, manusia hidup dalam 2 dimensi sekaligus, keabadian dan waktu.

-          Dan kedua dimensi itu bertemu dalam “saat” : titik dimana waktu dan keabadian bersatu. Kita menjadi eksistensi dalam saat, yaitu saat pilihan. Pilihan itu suatu loncatan dari waktu ke keabadian.

Subyektifitas dan eksistensi sebagai tugas

-          Eksistensi manusia bukan hanya sekedar fakta. Eksistensi manusia adalah tugas yang harus kita jalani dengan kesejatian sehingga orang tidak tampil dengan semu, dihayati sebagai suatu yang etis dan religious dan dengan tanggung jawab

-          Eksistensi sejati : manusia individu, memilih dan mengambil keputusan sendiri (tidak berada dalam massa)

Publik dan individu

-          Pendapat umum didukung oleh khalayak ramai hanya anonym belaka , jika sendiri – sendiri tidak berani.

-          Public bagi Kierkeegard : abstraksi belaka , bukan realitas. Yg realitas adalah individu. Public berbahaya jika dianggap nyata
Cth : orang menggabungkan diri dengan kelompok, kumpulin tanda tangan. Bukti bahwa orang itu lemah, tidak berani sendiri (kelemahan etis)

-          Kierkegaard bukan menolak kebersamaan manusia dengan yang lain

-          Namun “hanya setelah individu itu mencapai sikap etis barulah penggabungan bersama dapat disarankan. Kalau tidak penggabungan individu yang lemah sama memuakkan seperti perkawinan antara anak – anak”


EKSISTENSIALISME JEAN PAUL SARTRE

Kenalan lagi deh yuk sama ahli filsuf kita yang satu lagi ini

Nama                                       : Jean Paul Sartre
Tempat dan tahun lahir           : Paris 1905
Riwayat kehidupan                  :
  •        1929 menjadi guru
  •         1931-1936 dosen filsafat di Le Havre
  •        1941 menjadi tawanan perang
  •         1942-1944 dosen Loycee Pasteur
  •         Banyak menulis karya filsafat dan sastra
  •         Dipengaruhi oleh Husserl dan Heidegger
  •         Banyak menulis karya filsafat dan sastra dipengaruhi oleh Husserl dan Heidegger


Pemikiran filsafat Sartre
-          Manusia mengada dengan kesadaran sebagai dirinya sendiri dan keberadaan manusia berbeda dengan benda lain yang tidak punya kesadaran.
-          Untuk manusia eksistensi ada keterbukaan. Eksistensi mendahului esensi.
-          Asas pertama untuk memahami manusia harus mendekati sebagai subjektivitas.  Apapun makna yang diberikan pada eksistensinya, manusia sendiri yang harus bertangggung jawab.
-          Tanggung jawab menjadi beban kita yang lebih besar dari sekedar tanggung jawab terhadap diri kita sendiri

Pemikiran Sartre dibedakan menjadi, “berada di dalam diri” dan “berada untuk diri.”

1.     Berada dalam diri : segala yang berada di dalam diri tidak aktif, membosankan dan memuakkan.
2.     Berada Untuk diri : berada dengan sadar akan dirinya, yaitu cara berada manusia. Bertanggung jawab atas fakta bahwa ia ada.

Kesadaran kita diberi bentuk kesadaran akan diri.

Yang mengurangi kebebasan manusia, yaitu :

1.     Tempat kita berada
2.     Masa lalu
3.     Lingkungan sekitar
4.     Kenyataan adanya sesama manusia dengan eksistensi sendiri
5.     Maut

Ketubuhan Manusia

-          Kehadiran selalu menjelma dalam wujud bertubuh.
-          Tubuh adalah pusat orientasi yang tidak bisa dipandang sebagai alat semata tapi mengkukuhkan kehadiran manusia sebagai eksistensinya.

Komunikasi dan cinta

Komunikasi adalah suatu hal yang apriori tak mungkin tanpa adanya sengketa lkarena setiap kali orang menemui orang lain pada akhirnya akan terjadi saling objektifikasi, yang seorang salah – olah membekukan orang lain. Terjadi saling pembekuan sehingga masing – masing jadi objek.

Cinta adalah bentuk hubungan keinginan saling memiliki (objek cinta). Akhirnya cinta bersifat sengketa karena objektifikasi yang tak terhindarkan

Sekian dari postingan hari ini yah !Semoga bermaanfaat ya temen - temen :D
Thanks for reading


Sumber : Powerpoint bahan kuliah dari Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara