Ini adalah hasil powerpoint yang kita, kelompok Thick Book bikin secara kilat selama kurang lebih 1 jam yang diberitahu untuk buat secara dadakan.
Dilengkapi juga dengan pertanyaan - pertanyaan yang teman - teman berikan saat kita presentasi, tak lupa pula kita sudah cantumkan jawabannya di bawahnya :)
Enjoy your reading !!
Apa itu PENGETAHUAN?
·
Sesuatu yang
mempengaruhi subjek (yang mengetahui) dalam dirinya, memperkaya eksistensi
subjek, dan kesempurnaan yang mengembangkan eksistensi.
·
Relasional : membuat "saya" masuk ke dalam
hubungan dengan sesuatu yang lain.
·
Trans-subjektif : kegiatan yang menjadikan
orang keluar dari keterbatasan-keterbatasannya dan mentransendensikan kelakuan
subjeknya.
·
Perseptif : muncul secara spontan
(secara langsung).
·
Reflektif :
membuat objektif kodrat dari manusia realitas apapun juga, dan mengungkapkannya
baik dalam bentuk ide, konsep, definisi, dan putusan, maupun bentuk lambing,
mitos, atau karya seni.
·
Diskursif :
ketika memperhatikan subjek dari benda, kemudian aspek yang lain, atau
keseluruhan.
·
Induitif :
ketika menangkap atau memahami secara langsung benda atau situasi dalam suatu
aspeknya, secara keseluruhan dalam suatu bagian, sebab dalam akibat,
konsekuensi dan prinsip, dan sebagainya.
·
Induktif :
ketika menarik kesimpulan dari yang individual.
·
Deduktif :
ketika menarik kesimpulan dari yang umum atau universal.
·
Spekulatif :
ketika mempertimbangkan hal-hal dalam ide-ide atau konsep-konsep tentang
hal-hal itu.
·
Praktis :
kalau mempertimbangkan hal-hal menurut bagaimana mereka bisa digunakan
·
Sinergis :
menggunakan seluruh keadaan dari subjek (yang mengetahui), keseluruhan yang
dikoordinasikan dari anggota-anggotanya, organ-organnya, dll. karena tidak baik
jika mereduksikan atau menekankan pada salah satu caranya.
Pengetahuan dari Segi
Subjek
·
Karakterisktik :
a. Keterbukaan : sadar
akan eksistensi dan kodrat realitas.
b. Kemampuan menyambut
: objek mempengaruhi eksistensi subjek.
c. Interioritas :
ada tempat dalam si pengenal dalam dirinya.
·
Akar karakteristik:
a. Dimensi
supramaterial ( immaterialitas) si pengenal.
b. Di satu pihak objek
adalah yang membatasi, di lain pihak subjek yang mengetahui
batas-batas jasmaniah.
Pengetahuan dari Segi
Objek
·
Untuk menjadi objek
yang dikenal :
a. membuat kesan atau
mempengaruhi subjek
b. Memiliki struktur
c. Memiliki bentuk
yang khas
d. Bentuk (morphe :
Yunani, species : Latin)
e. Menunjukkan
orientasi, kegiatan, tujuan, dan arti benda
f. Bentuk dalam arti
eidos (konsep, gagasan): mengapa dan untuk apa
Perolehan
Pengetahuan
a. Inderawi :
didapatkan secara langsung melalui alat indera (mata, hidung, telinga, mulut).
b. Intelektif :
didapat melalui khayalan dan ingatan.
Bukan Intelegensi
·
Pengetahuan inderawi
(dihasilkan oleh indera) jika melihat objek tanpa mengenal kodratnya atau tanpa
mencoba untuk mengerti atau memahami.
·
Berbeda dengan sifat
dari intelegensi yang menangkap kodrat objek, disimpan, dan dipertimbangkan
meskipun objek masih ada atau tidak ada.
Sifat dan Objek
Intelegensi Manusia
Inteligensi dinilai
dari obyektifitas sesorang. Menurut Descartes,
“Roh memungkinkan
mencapai hakikat
sendiri dari realitas dan pancarindera memberitahu apa yang berguna
dan merugikan”. Menurut
psikologi kontemporer, “membandingkan inteligensi orang
dewasa (objek) dan
inteligensi anak (subjek/egosentris)”.
Intelegensi Dewasa
Orang
dewasa mendalami realitas mengenai alam semesta, bagaimana kejadiaanya,
pengaruh,
keterkaitan berbagai faktor yang melahirkan peradaban.
Ciri
khas : objektif, menddalam , terstruktur, dan tak terbatas
Berbeda
dengan inteligensi anak yang bersifat egosentris dan subjektif
(penafsiran
tentang
dirinya), menangkap realitas melalui hasrat – hasrat pribadi dan ketakutan yang
berlebihan.
Prinsip Penegasan
Penilaian Kesimpulan dan Penalaran
1.Prinsip identitas
2.Prinsip alasan yang
mencukupi
3.Prinsip Kausaltitas
efisien
Semua itu bersifat
eviden dan merupakan dinamime yang ada dalam kegiatan
intelektual
kita.
Kondisi Dimana Intelegensi bisa Diterjemahkan dalam Kegiatan
a)Inteligensi : kemampuan manusia dalam beroperasi serta partisipasi pada
a)Inteligensi : kemampuan manusia dalam beroperasi serta partisipasi pada
kemampuan lainnya
·
b)Yang dimengerti selalu dipahami
c)Tidak memahami sesuatu secara seketika (progresif)
d)Merupakan aktifitas dinamisme intelektual
e)Perlu bantuan dan kolaborasi & info mengenai objek
Intelligence
b)Yang dimengerti selalu dipahami
c)Tidak memahami sesuatu secara seketika (progresif)
d)Merupakan aktifitas dinamisme intelektual
e)Perlu bantuan dan kolaborasi & info mengenai objek
Intelligence
·
Secara etimologis
intelligence berasal dari kata intellectus dan kata kerja intellegere.
·
Intellegere dari kata
intus (pikiran atau akal) dan legere ( membaca atau menangkap).
·
Inteligen adalah
menangkap apa yang fundamental dan esensi dari suatu gejala serta melihat
apa yang paling hakiki dalam suatu kegiatan. Inteligensi dalam tingkat
yang lebih tinggi dipahami sebagai proses pemecahan masalah dengan
penggunaaan pemikiran abstrak.
·
Berisi unsur-unsur
seperti simbolisasi dan komunikasi pemikiran abstrak, analisis kritis, dan
rekonstruksi untuk praktik dan teoretis.
Pertanyaan - Pertanyaan
Pertanyaan - Pertanyaan
1. Apakah orang yang memiliki IQ dibawah rata – rata pasti
memiliki interioritas yang sempit? (Niko 705140164)
2.Bagaimana pendapat anda tentang anak – anak yang sudah
berpikir seperti orang dewasa ? (Niko 705140164)
3.Apa itu prinsip kausalitas efisien ? (Niko 705140164)
4.Bagaimana cara masyarakat tau mengenai inteligensi ?
(Florenchia 705140012)
5.Berikan contoh inteligensi dewasa yang objektif !
(kelompok 9 AB)
6. Apa itu pengetahuan intelektif ? (Amira 705140034)
Jawaban – Jawaban
1. Menurut kami, IQ tidak dipengaruhi oleh ukuran interioritas
yang dimiliki masing – masing individu. Karena menurut penelitian IQ itu lebih
tergantung pada genetic, lingkungan, terapi dan gizi. IQ pun bisa berubah
seiring berjalannya waktu,IQ pun dapat diasah. Jadi menurut kami, IQ
dibawah rata – rata tidak berhubungan dengan interioritasnyam namun lebih karena
faktor – faktor yang disebutkan tadi
2. Anak – anak dengan
pikiran yang lebih dewasa daripada pikiran anak – anak lain seumurnya,
lebih karena disebabkan oleh cara pengasuhan orang tua ataupun faktor
luar dimana logika si anak sudah lebih terasah memiliki kemampuan kognitif
lebih dibandingkan umumnya.
3. Kausalitas : kenyataan
bahwa setiap peristiwa disebabkan oleh asal, penyebab/ prinsip
Efisien : tepat atau
sesuai untuk mengerjakan / menghasilkan sesuatu dengan tidak membuang-buang
waktu, tenaga ataupun biaya. Jadi , lengkapnya, apapun yang mulai ada,
menuntut adanya suatu sebab yang efisien.
4. Diperlukan adanya
sosialisasi antar elemen untuk memperkenalkan apa arti intelegensi, penggunaan
atau aplikasi dan pemanfaatannya yang benar dan tepat. Sosialisasi ini penting
mengingat bahwa ada segelintir oran yang memanfaatkan inteligensi
sesorang untuk hal – hal negative dan membahayakan. Contohnya : terorisme.
Oleh karena itu sosialisasi dalam berbagai bentuk terutama lembaga pendidikan
sangat diperlukan di era globalisasi ini.
5. Contoh :Waktu
penilaian mengenai kasus korupsi. Mungkin seorang anak yang berumur
5 tahun akan
menganggap bahwa orang yang ditangkap itu pencuri, tapi anak ini belum tahu
apakah benar orang yang ditangkap ini salah / benar. Sedangkan untuk
orang dewasa, ada pro & kontra. Yang menilai secara positif pasti
ada praduga tak bersalah dan masih menunggu proses hukum yang berlangsung,
karena orang dewasa lebih mengerti bahwa orang yang ditangkap tidak
langsung bersalah tapi masih ada proses panjang seperti sidang - sidang
dan tuntutannya. Pada anak kecil, dia hanya akan tahu bahwa orang yang
ditangkap berarti bersalah dan ini yang dimaksud pandangan subjektif, sedangkan
orang dewasa tadi adalah contoh pandangan objektifnya.
6. Pengetahuan
intelektif : pengetahuan yang dicapai oleh manusia & didapat dari
mahluk hidup di dunia ini lewat khayalan dan ingatan.
Sumber : Buku Pembelajaran Filsafat untuk Perkuliahan KBK Blok Filsafat Fakultas Psikologi UNTAR Jakarta










