Halo :D Hayooo kira- kira bisa tebak ga nih, hari ini kita mau bahas tentang apa ??harusnya sih bisa yah ngeliat dari judul postingannya ;p Nah ! jadi kita bakal bahas mulai dari Subyektivisme dan Obyektivisme dan berlanjut ke Konfirmasi, Konstruksi dan Inferensi
YUK mulai :3
Kira - kira teman teman sekalian pasti sudah familiar kan dengan kata Obyektivitas dan Subyektivitas? Malahan seingat saya kita sudah pernah bahas sekilas tentang mereka di postingan aksiologi. tapi ayo deh kita ulang lagi dan kupas lebih dalam soal mereka !
Subyektivisme itu apa sih ? Suatu pandangan yang lebih menekankan pada si subjek atau si pengamat. Apa saja sih cirinya ? Seperti halnya pendapat salah satu tokoh penting dalam aliran subyektivisme, yaitu Renee Descartes yang mengatakan bahwa satu - satunya hal yang dapat kita ketahui dengan pasti adalah diri kita sendiri dan kegiatan sadar kita. Selain itu Descartes juga mengemukakan 1 kalimat yang sangat popular di kalangan filsafat yaitu, Cogito Ergo Sum yang berarti Saya berpikir maka Saya adalah pengada yang berpikir.
Pokoknnya kalau berbicara soal Subyektivisme, ingatlah "SAYA" karena ini tentang "saya", diri kalian sendiri, yang kalian rasakan lewat panca inderawi, itulah kebenaran.
Bagaimana dengan obyektivisme ? Kebalikannya ! ini bukan tentang "saya" lagi, namun tentang khalayak orang ramai, dimana obyek tidak akan kenapa - kenapa walaupun terpisah dengan si subyek, ini bukan lagi berada di dalam pikiran manusia lagi.
Adapun 3 pandangan dasar daripada Obyektivisme, yakni :
- Kebenaran itu independen terlepas dari pandang subyektif
- Kebenaran itu datang dari bukti faktual
- Kebenaran hanya bisa didasari dari pengalaman inderawi
Jadi obyek obyek itu bersifat permanen, baik untuk dipersepsikan ataupun tidak.
untuk mempercayai kebenaran kesaksian inderawi, ada beberapa syarat, seperti :
- obyek harus sesuai dengan indera kita
- organ indera harus normal dan sehat
- karena obyek ditangkap melalui medium, maka medium itu harus ada.
Obyek itu pun sendiri dibagi lagi menjadi 2
1. Obyek umum: data yang ditangkap hanya dari satu indera
2. Obyek khusus: data yang dapat ditangkap oleh lebih dari satu indera
Sekian dari yg Obyektif dan Subyektif. Inti pentingnya adalah "saya" dan "bukan saya".
Berlanjut ke bahan yang lebih seru lagi !
Berkat tugas jurnal yang diberikan dan baru saya kerjakan, saya menjadi lebih mengerti tentang bagian yang ini, jadi ayo kita mulai selagi ingatannya masih panas dalam otak saya
1. Konfirmasi
- berbicara soal pengasan atau penguatan dari apa yang didapat dari fakta
- dibagi menjadi Kuantitatif dan Kualitatif, dimana yang Kuantitatif lebih ke penelitian dengan banyak sampel, yang akhirnya membuat kesimpulan yg general. Sedangkan yang Kualitatif, cara perolehan datanya lebih ke wawancara - wawancara
- ada pun jenis konfirmasi yang ada 3, yaitu : decision theory (memounyai manfaat aktual) , estimation theory (konsep probabilitas benar dan salah), dan reliability theory ( mengamati evidensi yang berubah2)
2. Inferensi
- suatu proses penarikan konklusi dari satu atau lebih proposisi (keputusan)
- berdasakan jenisnya, proses penarikan konklusi dibagi menjadi 2 , cara deduktif (yang umum ke khusus) dan induktif (yang khusus ke umum)
- cara yang deduktif pun dibagi menjadi 2 yaitu inferensi langsung (penggunaan 1 premis) dan tidak langsung (pengunaan 2 permis)
N.B premis : kalau masih ingat soal ujian B.Indo, harusnya sih tidak terlalu asing dengan kata satu ini. Dimana premis adalahdata, bukti, atau dasar [emikiran yang menjamin terbentuknya kesimpulan.
Hukum premis inferensi :
- premis benar, kesimpulan benar
- premis salah, ada kemungkinan kesimpulan - kesimpulan dapat berupa salah atapun hal baik
- kesimpulan salah berarti kemungkinannya bisa benar atau salah
- kesimpulan benar, premis bisa bener ataupun salah
3. Konstruksi
- teori tentang model , kepikiran yang menjelaskan femonmena alam / situasi tertentu
- Menurut Mendel, ada 2 kutub arti teori : kutub 1 dimana teori sebagai hukum eksperimental dan kutub 2 adalah dimana teori sebagai hukum yang berkualitas normal. ex : teori relativitas Einstein
ada pengelompokan perkembangan ilmu pengetahuan dalam 3 periode :
1. animisme : percaya pd mitos
2. ilmu empiris : tolak ukur berupa oengalaman , klasifikasidan koneksi
3. ilmu teoritis : gejala2
3 model dalam konstruksi teori adalah sebagai berikut :
- model korespondensi :relevansi dengan yang lain
- model koherensi : sesuai dengan moral tertentu
- model paradigmatis: pola hubungan yang beragam, menyadarkan yang kompleks
3 lagi, Aliran dalam kostruksi teori :
- reduksiionisme : teori itu abstrak , tidak dapat diuji atau pun diamati secara empiris
- instrimentaisme : teori ituinstrumen bagi pertanyaan observasi agar terarah dan terkontruksi
- relaisme: teori = benar/ real, secara substantif , bukan fiktif.
Sekian dulu di sini part 1 nya, tinggal tunggu saja besok part 2 nya :Dthanks for reading fellaas ! :D
Sumber : powerpoint bahan kuliah dari Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara

Lengkap dan jelas sekali hehehe tulisannya mudah dibaca jadi gabikin ngerusak mata nice :D 90 buat woen
BalasHapushahahah makasih lulu yang mungils dan cans :*
Hapuslengkap banget! 90 yaaa ditunggu selanjutnyaa
BalasHapusmakasih sella cans ! udah ada postingan baru nih boleh diliat dan diberi comment :) thanks a lot !
HapusBlognya WOW banget ya, hahaha, kasib nilai 95 buat lu yaa, hehehe
BalasHapusmakasih salvian :D udah ada postingan baru nih boleh diliat dan diberi comment :) thanks a lot !
HapusWarnanya bagus, terus materinya juga lengkap. Ditunggu yang part 2 yah woen. Nilainya 87 ;)
BalasHapusmakasih hanny ! udah ada postingan baru nih boleh diliat dan diberi comment :) thanks a lot !
Hapusrapih, bagus, isinya lengkap. 85 deh nilainya.
BalasHapusthanks for reading, jordhy !
HapusLengkap banget isinya.. makin menambah wawasan ni...
BalasHapuskeep posting woen
ak kasih nilai 95
makasih lagi ko nico :D
Hapusbaguss woen. ditunggu updatenya ya
BalasHapusthanks ko tommi!
HapusBayus yaa dapet 88 deh :))
BalasHapusthanks sahna :*
Hapusnice banget, nilai 90 dah buat cici Chuppa ^^
BalasHapusmakasih ! heheh
Hapus