Jumat, 26 September 2014

Blok Filsafat Day 6 - Etika dan Moral & Filsafat Manusia

Hai teman – teman J seperti biasa, hari ini ada topic pembahasan yang baru lagi nih
Tentunya ! 2 topik ini ga kalah serunya sama topic yang kemarin – kemarin.
Langsung aja yuk kita bahas  tentang “Etika dan Moral” dan “Filsafat Manusia”

Tapi kita mulai dari Etika dan Moral dulu ya, berhubung topic yang Filsafat Manusia itu asli seru banget, jadi Let’s save the best for last !!!  J

Etika dan Moral




ETIKA
v Menurut kata Yunani : Ethos : adat kebiasaan, adat istiadat, akhlak yang baik
§  Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk , hak dan kewajiban moral.

v Dibedakan menjadi :
§  Etika Perangai : Adat istiadat / kebiasaan dalam kehidupan bermasyarakat dalam daerah dan waktu tertentu dan disepakati masyarakat (cth. pakaian adat, upacara adat)
§  Etika Moral : kebiasaan berperilaku baik dan benar berdasarkan kodrat manusia (cth. kejujuran, menghormati yang lebih tua)

v Menurut KBBI :
§  Ilmu  : “Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentnag hak dan kewajiban moral.”
§  Kode Etik : “Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.”
§  Sistem Nilai : “Nilai mengenai benar-salah yang dianut oleh suatu golongan atau masyarakat.”

v Obyek material & Obyek Formal
§  Obyek material : sasaran pemikiran, yang diselidiki dan dipelajari yaitu tingkah laku atau perbuatan manusia
§  Obyek formal : cara memandang/meninjau objek materialnya yaitu kebaikan dan keburukan, bermoral tidak bermoral dari tingkah laku tersebut

v Sebagai cabang filsafat :
§  Cabang filsafat yang mengenakan refleksi dan metode tugas manusia dalam upaya menggali nilai – nilai moral, atau menerjemahkan berbagai nilai itu ke dalam norma – norma lalu menerapkannya pasa situasi kehidupan konkret

v Berdasarkan Kajian ilmu, dibagi menjadi
§  Etika Normatif : mempelajari secara kritis dan metodis norma – norma yang ada untuk dapat dipertanggungjawabkan
§  Etika Fenomenologis : mempelajari secara kritis dan metodis gejala – gejala moral ( suara hati kesadaran moral)

v Tujuan belajar etika
§  Menyamakan persepsi tentang yang baik dan yang buruk
§  Mendorong manusia untuk menjadi kearah yang lebih baik
§  Menjaga keharmonisan dengan orang lain
§  Lebih kritis dan rasional
§  Menjadi otonom atau mandiri untuk mempertanggungjawabkan segala kelakuan kita

v Sistematika Etika
§  De Vos ( 1987 )
1.     Etika Deskriptif
-         Sejarah Kesusilaan
-         Fenomenologi Kesusilaan
2.     Etika Normatif

§  K. Bertens (1993)
1.     Etika Deskriptif
2.     Etika Normatif
-         Etika Umum
-         Etika Khusus
3.     Metaetika

§  Franz Magnis-Suseno (1991)
1.     Etika Umum
2.     Etika Khusus
-         Etika Individual
-         Etika Sosial : a) Sikap terhadap sesama
                         b) Etika Keluarga
                          c) Etika Profesi : - Biomedis
                                                         - Bisnis
                                                         - Hukum
                                                               - Ilmu Pengetahuan
                                                               - Komunikasi
- Etika Politik
- Etika Lingkungan Hidup
- Kritik ideology – ideology

 v Etika Deskriptif
-         Membahas apa yang dipandangnya
-         Melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas
-         Moralitas yang terdapat pada individu dan kebudayaan atau subkultur dan suatu periode sejarah tertentu

Sejarah Kesusilaan
-         Timbul apabila ada metode historis dalam etika deskriptif
-         Menyelidiki  pendirian – pendirian :
·        Mengenai baik –buruk yang manakah, norma – norma kesusilaan manakah yang pernah berlaku  dan cita – cita kesusilaan yang dianut oleh bangsa – bangsa tertentu

Fenomenologi Kesusilaan
Fenomenon adalah sesuatu yang tampak, terlihat karena bercahaya ( gejala)
Logos adalah uraian atau percakapan
Jadi fenomenologi adalah uraian atau percakapan tentang suatu yang sedang menampakkan diri atau menggejala
Ciri pokoknya : menghindari pemberian tanggapan mengenai kebanaran

Etika Normatif
Ciri  - ciri :
-         Norma – norma dinilai dan sikap manusia ditentukan
-         Mengenai macam – macam norma yang menuntun tingkah laku manusia
-         Tidak deskriptif, tetapi preskriptif yang berarti memerintahkan / benar – benar menentukan
Metaetika
- Kata Yunani : melebihi, melampaui, setelah
- Metabahasa : bahasa yang dipakai dalam berbicara tentang bahasa (bahasa etis)
- Persoalan yang menyangkut metaetika : hakikat keadilan, ketidakadilan,kebaikan dan keburukan

Etika Umum
-         Mempertanyakan prinsip – prinsip dasar yang berlaku bagi segenap tindakan manusia
-         Tema – temanya :
Norma etis ? hubungannya satu sama lain ?
Mengapa norma moral mengikat ?
Apakah kekhususannya ?
Hubungan tabung jawab manusia dan kebebasannya ?
 Pastikan bahwa manusia sungguh – sungguh bebas ?
Hak dan kewajiban ? kaitannya satu sama lain ?
Etika Khusus:
-         Membahasa prinsip prinsip moral dasar dan hubungan dengan kewajiban manusia pada setiap bidang kehidupan manusia
-         Sifatnya menerapkan / juga disebut etika terapan
-         Dibagi menjadi 2 :
ü Etika individual : kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri
ü Etika social : kewajiban dan sikap manusia sebagai anggota umat manusia
Profesi
Pekerjaan yang :
-         Mengandalkan ketrampilan dan keahlian khusus
-         Sumber nafkah hidup dg keterlibatan pribadi yang mendalam
-         Menuntut pengembangan diri, seperti pengetahuan dan ketrampilan seturut perkembangan teknologi

Etika Profesi : etika social yang menyangkut hubungan antar manusia dalam lingkup profesi dan orang – orang sekitar profesi tsb.

Ciri – ciri Etika Profesi :
1.     Adanya pengetahuan khusus
2.     Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggii
3.     Mengabdi pada kepentingan masyarakat
4.     Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi
5.     Menjadi anggota dari suatu profesi

Prinsip – prinsip etika profesi :
1.     Tanggung jawab (hasil, pelaksanaan kerja dan dampaknya)
2.     Keadilan (hak)
3.     Otonomi (kebebasan kaum professional)

Kode etik : norma yang diterima kelompok tertentu sebaai dasar berperilaku sehari – hari di masyarakat ataupun di tempat kerja

Tujuan kode etik :
              i.      Menjunjung tinggi martabat profesi.
            ii.      Menjaga dan memelihara kesejahteraan paraanggota.
          iii.      Meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
           iv.      Meningkatkan mutu profesi.
             v.      Meningkatkan mutu organisasi profesi.
           vi.      Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
         vii.      Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
       viii.      Menentukan baku standarnya sendiri.

Aliran dalam Etika
1.      Eudemonisme: roh atau semangat yang baik (kebaikan tertinggi manusia terletak pada kebahagiaan atau situasi baik.

Yakin akan :
o   adanya skala nilai-nilai, asas-asas moral atau aturan - aturan bertindak (code of conduct)
o   menguntungkan hal2 yg bersifat spiritual atau mental daripada yg bersifat inderawi/ kebendaan 
o   mengutamakan kebebasan moral daripada ketentuan kejiwaan atau alami.
o   mengutamakan hal yg umum daripada yang khusus.

2.      Hedonisme: kenikmatan, menyenangkan ( tujuan hidup : kebahagiaan)

3.      Egoisme: mementingkan kesenangan dan kebaikan diri sendiri saja.
Sedangkan kebalikannya adalah altruism (mementingkan kebahagiaan orang lain)

4.      Utilitarianisme: uti, usus sum = menggunakan dan utilis = yang berguna (sesuatu yang berguna = baik)

5.      Deontologisme: didasarkan pada intuisi manusia tentang prinsip – prinsip moral

6.      Etika situasi: kebenaran ditemukan dalam situasi konkrit / saat si individual sadar

Perbedaan etika dan etiket


MORAL
Kata Latin : Mos (Tunggal) & Moris (Jamak) : kebiasaan
-         Pengertian umum : Norma dalam bentuk perintah dan larangan untuk menata sikap batin dan perilaku lahariah

-         Moral dibagi 2 menjadi :
1.     Moral Filosofis
Didasarkan pada penalaran akal budi dan pengamatan
2.     Moral Teologis
Ditafsirkan dari kitab suci. 

Perbedaan Etika dan moral

Bisa dikatakan bahwa Etika (dari bahasa yunani) dan moral (dari bahasa latin) sama – sama artinya kesusilaan, Cuma beda asal bahasa.



Selanjutnya tau dong kita bakal ngomongin apa ?? The BEST part nih ! FILSAFAT MANUSIA

  • PENGERTIAN, HAKIKAT, METODE dan TUJUAN


Ciri filsafat sebagai perenungan :

1.      Mengkaji secara kritis
2.      Menggunakan metode dialektis
3.      Berusaha mencapai realitas terdalam
4.      Bertujuan menangkap tujuan ideal realisitis
5.      Mengetahui bagaimana harus hidup sebagai manusia

Kesimpulannya:
·         Filsafat sebagai hasil perenungan
·         Filsafat sebagai kritik
·         Filsafat sebagai ilmu yang berusaha mencari kebenaran secara metodik, sistematis, rasional, runtut,radikal dan bertanggungjawab.

“Philosophy is for those who are willing to be disturbed with a creative disturbance.. Philosophy is for those who still have the capacity to WONDER”  
intinya : belajar filsafat itu siap untuk diganggu oleh gangguan - gangguan yang kreatif dan yang masih memiliki kapasitas untuk berangan - angan

Filsafat manusia itu sendiri apa sih ?
- Bagian dari filsafat yang mengupas, mengkaji, mendalami , menyoroti dan berusaha menjawab  hakikat dan esensi manusia. 
- Memikirkan asal usul kehidupan, hakikat hidup dan realitas eksistensi (ada diruang dan waktu) manusia. 

Maka, filsafat manusia menanyakan pertanyaan krusial tentang dirinya sendiri dan secara bertahap memberi jawaban bagi diri sendiri.

Apa sih perlunya kita belajar tentang filsafat manusia ??
- menyelidiki arti yang dalam dari “yang ada”
-Manusia bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.
  •     Boleh saja tidak harus tahu segala hal, tapi sekurang-kurangnya harus mengenal dan mengerti diri sendiri secara mendalam agar dapat mengatur diri dalam hidup ini.
Relevankah filsafat manusia ?
ya ! karena manusia itu bersifat dinamis, misteri, dan paradoksal.

Alasannya :
1.      Dengan bertanya manusia mewujudkan hakikat kemanusiaan
2.      Dengan mendalami manusia, manusia mengenal dirinya lebih baik
3.      Sebagai konsekuensi 2 hal diatas, filsafat manusia mengantar manusia semakin bertanggungjawab terhadap dirinya dan sesama.

    Metode filsafat manusia, yaitu refleksi, analisa transcendental, sintesa, ekstensif, intensif dan kritis (mendalam, detail). 

Objek Filsafat Manusia dibagi menjadi :
1.      Objek material : manusia

2.      Objek formal : esensi manusia dan struktur yang fundamental

Datangnya pertanyaan manusia mengenai manusia adalah karena:

1.      Kekaguman
2.      Ketakjuban
3.      Frustasi
4.      Delusi
5.      Pengalaman Negatif

aku menjadi masalah besar bagi dirikukata Augustinus yang sedih karena kematian temannya

karena kita adalah manusia yang akan matikita tidak akan puas dengan perubahan formasi sosial melulu, tetapi kita ingin mengetahui persoalan pribadi(Adam Schaft)

"pengalaman akan kehampaan, alienasi, rutinitas dan absurditas sebagaimana digambarkan"Albert Camus


Sekian dulu postingan yang pertemuan hari k 6 !


thanks for reading :D

3 komentar: