Hai
teman – teman J seperti biasa, hari ini ada topic pembahasan yang
baru lagi nih
Tentunya
! 2 topik ini ga kalah serunya sama topic yang kemarin – kemarin.
Langsung
aja yuk kita bahas tentang “Etika dan
Moral” dan “Filsafat Manusia”
Tapi kita mulai dari Etika dan Moral dulu ya, berhubung topic yang Filsafat Manusia itu asli seru banget, jadi Let’s save the best for last !!! J
ETIKA
v Menurut kata Yunani : Ethos : adat kebiasaan, adat
istiadat, akhlak yang baik
§ Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk , hak dan
kewajiban moral.
v Dibedakan menjadi :
§ Etika Perangai : Adat istiadat / kebiasaan dalam
kehidupan bermasyarakat dalam daerah dan waktu tertentu dan disepakati
masyarakat (cth. pakaian adat, upacara adat)
§ Etika Moral : kebiasaan berperilaku baik dan benar
berdasarkan kodrat manusia (cth. kejujuran, menghormati yang lebih tua)
v Menurut KBBI :
§ Ilmu : “Ilmu
tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentnag hak dan kewajiban moral.”
§ Kode Etik : “Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan
dengan akhlak.”
§ Sistem Nilai : “Nilai mengenai benar-salah yang dianut
oleh suatu golongan atau masyarakat.”
v Obyek material & Obyek Formal
§ Obyek material : sasaran pemikiran, yang diselidiki
dan dipelajari yaitu tingkah laku atau perbuatan manusia
§ Obyek formal : cara memandang/meninjau objek
materialnya yaitu kebaikan dan keburukan, bermoral tidak bermoral dari tingkah
laku tersebut
v Sebagai cabang filsafat :
§ Cabang filsafat yang mengenakan refleksi dan metode
tugas manusia dalam upaya menggali nilai – nilai moral, atau menerjemahkan
berbagai nilai itu ke dalam norma – norma lalu menerapkannya pasa situasi
kehidupan konkret
v Berdasarkan Kajian ilmu, dibagi menjadi
§ Etika Normatif : mempelajari secara kritis dan metodis
norma – norma yang ada untuk dapat dipertanggungjawabkan
§ Etika Fenomenologis : mempelajari secara kritis dan
metodis gejala – gejala moral ( suara hati kesadaran moral)
v Tujuan belajar etika
§ Menyamakan persepsi tentang yang baik dan yang buruk
§ Mendorong manusia untuk menjadi kearah yang lebih baik
§ Menjaga keharmonisan dengan orang lain
§ Lebih kritis dan rasional
§ Menjadi otonom atau mandiri untuk
mempertanggungjawabkan segala kelakuan kita
v Sistematika Etika
§ De Vos ( 1987 )
1. Etika Deskriptif
-
Sejarah
Kesusilaan
-
Fenomenologi
Kesusilaan
2. Etika Normatif
§ K. Bertens (1993)
1. Etika Deskriptif
2. Etika Normatif
-
Etika Umum
-
Etika Khusus
3. Metaetika
§ Franz Magnis-Suseno (1991)
1. Etika Umum
2. Etika Khusus
-
Etika Individual
-
Etika Sosial : a)
Sikap terhadap sesama
b) Etika Keluarga
c) Etika Profesi : - Biomedis
- Bisnis
- Hukum
- Ilmu Pengetahuan
- Komunikasi
- Etika Politik
- Etika Lingkungan Hidup
- Kritik ideology – ideology
v Etika Deskriptif
-
Membahas apa yang
dipandangnya
-
Melukiskan
tingkah laku moral dalam arti luas
-
Moralitas yang
terdapat pada individu dan kebudayaan atau subkultur dan suatu periode sejarah
tertentu
Sejarah
Kesusilaan
-
Timbul apabila
ada metode historis dalam etika deskriptif
-
Menyelidiki pendirian – pendirian :
·
Mengenai baik
–buruk yang manakah, norma – norma kesusilaan manakah yang pernah berlaku dan cita – cita kesusilaan yang dianut oleh
bangsa – bangsa tertentu
Fenomenologi
Kesusilaan
Fenomenon adalah sesuatu yang tampak, terlihat karena
bercahaya ( gejala)
Logos adalah uraian atau percakapan
Jadi fenomenologi adalah uraian atau percakapan
tentang suatu yang sedang menampakkan diri atau menggejala
Ciri pokoknya : menghindari pemberian tanggapan
mengenai kebanaran
Etika
Normatif
Ciri - ciri :
-
Norma – norma
dinilai dan sikap manusia ditentukan
-
Mengenai macam –
macam norma yang menuntun tingkah laku manusia
-
Tidak deskriptif,
tetapi preskriptif yang berarti memerintahkan / benar – benar menentukan
Metaetika
- Kata Yunani : melebihi, melampaui, setelah
- Metabahasa : bahasa yang dipakai dalam berbicara
tentang bahasa (bahasa etis)
- Persoalan yang menyangkut metaetika : hakikat
keadilan, ketidakadilan,kebaikan dan keburukan
Etika Umum
-
Mempertanyakan
prinsip – prinsip dasar yang berlaku bagi segenap tindakan manusia
-
Tema – temanya :
Norma
etis ? hubungannya satu sama lain ?
Mengapa
norma moral mengikat ?
Apakah
kekhususannya ?
Hubungan
tabung jawab manusia dan kebebasannya ?
Pastikan bahwa manusia sungguh – sungguh bebas
?
Hak dan
kewajiban ? kaitannya satu sama lain ?
Etika
Khusus:
-
Membahasa prinsip
prinsip moral dasar dan hubungan dengan kewajiban manusia pada setiap bidang
kehidupan manusia
-
Sifatnya
menerapkan / juga disebut etika terapan
-
Dibagi menjadi 2
:
ü Etika individual : kewajiban dan sikap manusia
terhadap dirinya sendiri
ü Etika social : kewajiban dan sikap manusia sebagai
anggota umat manusia
Profesi
Pekerjaan yang :
-
Mengandalkan ketrampilan
dan keahlian khusus
-
Sumber nafkah
hidup dg keterlibatan pribadi yang mendalam
-
Menuntut pengembangan
diri, seperti pengetahuan dan ketrampilan seturut perkembangan teknologi
Etika
Profesi : etika social yang
menyangkut hubungan antar manusia dalam lingkup profesi dan orang – orang sekitar
profesi tsb.
Ciri – ciri Etika
Profesi :
1.
Adanya pengetahuan
khusus
2.
Adanya kaidah dan
standar moral yang sangat tinggii
3.
Mengabdi pada
kepentingan masyarakat
4.
Ada izin khusus
untuk menjalankan suatu profesi
5.
Menjadi anggota
dari suatu profesi
Prinsip –
prinsip etika profesi :
1.
Tanggung jawab
(hasil, pelaksanaan kerja dan dampaknya)
2.
Keadilan (hak)
3.
Otonomi
(kebebasan kaum professional)
Kode etik : norma yang diterima kelompok tertentu sebaai dasar
berperilaku sehari – hari di masyarakat ataupun di tempat kerja
Tujuan kode
etik :
i.
Menjunjung tinggi martabat profesi.
ii.
Menjaga dan memelihara
kesejahteraan paraanggota.
iii.
Meningkatkan pengabdian para
anggota profesi.
iv.
Meningkatkan mutu profesi.
v.
Meningkatkan mutu organisasi
profesi.
vi.
Meningkatkan layanan di atas
keuntungan pribadi.
vii.
Mempunyai organisasi profesional
yang kuat dan terjalin erat.
viii.
Menentukan baku standarnya sendiri.
Aliran dalam Etika
1. Eudemonisme:
roh atau semangat yang baik (kebaikan tertinggi manusia terletak pada
kebahagiaan atau situasi baik.
Yakin akan :
o
adanya skala nilai-nilai, asas-asas moral
atau aturan - aturan bertindak (code of conduct)
o
menguntungkan hal2 yg bersifat spiritual
atau mental daripada yg bersifat inderawi/ kebendaan
o
mengutamakan kebebasan moral daripada
ketentuan kejiwaan atau alami.
o
mengutamakan hal yg umum daripada yang khusus.
2. Hedonisme: kenikmatan, menyenangkan ( tujuan hidup :
kebahagiaan)
3. Egoisme: mementingkan kesenangan dan
kebaikan diri sendiri saja.
Sedangkan kebalikannya adalah altruism (mementingkan kebahagiaan
orang lain)
4. Utilitarianisme: uti, usus sum = menggunakan dan
utilis = yang berguna (sesuatu yang berguna = baik)
5. Deontologisme: didasarkan pada intuisi manusia
tentang prinsip – prinsip moral
6. Etika
situasi:
kebenaran ditemukan dalam situasi konkrit / saat si individual sadar
MORAL
Kata
Latin : Mos (Tunggal) & Moris (Jamak) : kebiasaan
-
Pengertian umum : Norma dalam bentuk perintah dan larangan
untuk menata sikap batin dan perilaku lahariah
-
Moral dibagi 2 menjadi :
1. Moral
Filosofis
Didasarkan pada
penalaran akal budi dan pengamatan
2. Moral
Teologis
Ditafsirkan dari kitab
suci.
Perbedaan Etika dan
moral
Bisa
dikatakan bahwa Etika (dari bahasa yunani) dan moral (dari bahasa latin) sama –
sama artinya kesusilaan, Cuma beda asal bahasa.
Selanjutnya tau dong kita bakal ngomongin apa ?? The BEST part nih ! FILSAFAT MANUSIA
- PENGERTIAN, HAKIKAT, METODE dan TUJUAN
Ciri filsafat sebagai perenungan :
1. Mengkaji secara kritis
2. Menggunakan metode dialektis
3. Berusaha mencapai realitas terdalam
4. Bertujuan menangkap tujuan ideal realisitis
5. Mengetahui bagaimana harus hidup sebagai manusia
Kesimpulannya:
· Filsafat sebagai hasil perenungan
· Filsafat sebagai kritik
· Filsafat sebagai ilmu yang berusaha mencari kebenaran secara metodik, sistematis, rasional, runtut,radikal dan bertanggungjawab.
“Philosophy is for those who are willing to be disturbed with a creative disturbance.. Philosophy is for those who still have the capacity to WONDER”
intinya : belajar filsafat itu siap untuk diganggu oleh gangguan - gangguan yang kreatif dan yang masih memiliki kapasitas untuk berangan - angan
Filsafat manusia itu sendiri apa sih ?
- Bagian dari filsafat yang mengupas, mengkaji, mendalami , menyoroti dan berusaha menjawab hakikat dan esensi manusia.
- Memikirkan asal usul kehidupan, hakikat hidup dan realitas eksistensi (ada diruang dan waktu) manusia.
Maka, filsafat manusia menanyakan pertanyaan krusial tentang dirinya sendiri dan secara bertahap memberi jawaban bagi diri sendiri.
Apa sih perlunya kita belajar tentang filsafat manusia ??
- menyelidiki arti yang dalam dari “yang ada”
-Manusia bertanggung jawab terhadap
dirinya sendiri.
- Boleh saja tidak harus tahu segala hal, tapi sekurang-kurangnya harus mengenal dan mengerti diri sendiri secara mendalam agar dapat mengatur diri dalam hidup ini.
Relevankah filsafat manusia ?
ya ! karena manusia itu bersifat dinamis, misteri, dan paradoksal.
Alasannya :
1. Dengan bertanya manusia mewujudkan hakikat kemanusiaan
2. Dengan mendalami manusia, manusia mengenal dirinya lebih baik
3. Sebagai konsekuensi 2 hal diatas, filsafat manusia mengantar manusia semakin bertanggungjawab terhadap dirinya dan sesama.
Metode filsafat manusia, yaitu refleksi, analisa transcendental, sintesa, ekstensif, intensif dan kritis (mendalam, detail).
Objek Filsafat Manusia dibagi menjadi :
1. Objek material : manusia
2. Objek formal : esensi manusia dan struktur yang fundamental
Datangnya pertanyaan manusia mengenai manusia adalah karena:
1. Kekaguman
2. Ketakjuban
3. Frustasi
4. Delusi
5. Pengalaman Negatif
“aku
menjadi
masalah
besar
bagi
diriku”
kata
Augustinus
yang sedih
karena
kematian
temannya
“karena
kita
adalah
manusia
yang akan
mati…kita
tidak
akan
puas
dengan
perubahan
formasi
sosial
melulu,
tetapi
kita
ingin
mengetahui
persoalan
pribadi”
(Adam Schaft)
"pengalaman akan kehampaan, alienasi, rutinitas dan absurditas sebagaimana digambarkan"Albert Camus




empat jempol buat cc CHuppa ^^ nila 90
BalasHapuswah sampai empat jempol ! makasih ya :D
BalasHapuslengkap sama jelas banget nih pembahasannya, 90 ya :)
BalasHapus