Seperti biasa, saya
kebut buat postingan yang selanjutnya jadi 2 pertemuan sekaligus hari ini
hehehe
Kali ini yang ga kalah
menarik nih topiknya, yaitu
Eksistensialisme !
tapi kali ini beda karena topic ini dijelaskan berdasarkan 2 ahli filsuf terkenal
yaitu Kirkegaard dan Sartre
Eksistensialisme
Menurut Kirkegaard
Sebelumnya, kita
kenalan dulu boleh kali sama ahli filsuf kita yang satu ini
Nama : Soren Aabye
Kierkegaard
TTL : Kopenhagen,
Denmark 15 Mei 1813
Riwayat pendidikan : Belajar
teologi di Univ. Kopenhagen, tp tidak selesai.
Riwayat kehidupan :
·
Saat 3 saudara, ayah dan ibunya meninggal ia
mengalami krisis.
·
Sempat menjauh dr temannya dan agama.
·
Sempat bertunangan dg Regina Olsen, tp tidak jadi
menikah.
·
1849 kembali lagi ke agamanya (Kristen).
·
Meninggal 1855 sbg org religius dan dipandang sbg
tokoh di gerejanya.
·
Dia dikenal sbg bapa eksistensialisme, aliran
filsafat yg berkembang 50 thn setelah kematiannya.
Apa itu Eksistensialisme ?
·
Pengertian: aliran
filsafat yang pokok utamanya adalah manusia dan cara berada manusia yang khas
di tengah makhluk-makhluk lainnya.
·
Secara Etimologis :
Ex = Keluar
Sistensia (sistere) = berdiri
Manusia bereksistensi = manusia baru menemukan diri sebagai aku
dengan keluar dari dirinya.
·
Pusat seseorang
terletak di luar dirinya dan sibuk dengan sesuatu yang lain di luar dirinya.
·
Eksistensialisme dari
segi isi bukan satu kesatuan, tapi lebih merupakan gaya berfilsafat.
·
Beberapa tokoh filsafat
yang menganut gaya eksistensialisme, selain Kierkegaard,
yaitu Edmund Husserl, Martin Heidegger, Gabriel Marcel, Jean Paul Sartre.
·
Meskipun banyak
pandangan tentang eksistensialisme, namun terdapat satu hal yang sama yaitu bertitik
tolak pada manusia konkrit bukan hanya mendengar dari orang lain.
CIRI-CIRI EKSISTENSIALISME :
1. Motif pokok adalah eksistensi, cara manusia
berada.
2. Bereksistensi diartikan secara dinamis, merencanakan,
membuat, menjadi dan menciptakan diri secara aktif.
3. Manusia
dipandang terbuka dan belum selesai, juga terikat pada dunia sekitarnya,
khususnya pada sesama.
POKOK-POKOK AJARAN KIRKEGAARD :
1. Walaupun ia memandang Hegel sebagai pemikir
besar tetapi satu hal yang dilupakan yaitu eksistensi manusia sebagai
individual konkrit. Dimana manusia tidak dapat dibicarakan “pada umumnya” atau
“menurut hakikatnya” karena manusia pada umumnya tidak ada.
2. Yang ada adalah manusia konkrit yang semuanya
penting, berbeda dan berdiri di hadapan Tuhan.
3. Eksistensi bagi Kirkegaard adalah merealisir
diri, mengikat diri dengan bebas, dan mempraktekkan keyakinannya dan mengisi
kebebasannya.
4. Hanya manusia bereksistensi karena
dunia,binatang dan sesuatu lainnya hanya “Ada.” Manusia bereksistensi, yakni
menjadi (dalam waktu) seperti ia (akan) ada (secara abadi)
5.
Maka menurut
Kirkegaard ada 3 cara bereksistensi, yaitu :
·
Sikap estetis : menyangkut keindahan, merengguh
sebanyak mungkin kenikmatan yang dikuasai oleh perasaan. Cara hidup yang amat
bebas. Harus memilih hidup terus dengan kenikmatan atau meloncat ke tingkat
lebih tinggi lewat pilihan bebas
·
Sikap etis : menerima kaidah kaidah moral , sura hati dan memberi arah
pada hidupnya. Cth : ikatan perkawinan. Manusia suah mengakui kelemahannya tapi
belom melihat cara mengatasinya sehingga manusia mereasa butuh pertolongan dari
atas, lalu ke sikap hidup religious
·
Sikap religious : berhadapan dengan Tuhan, manusia
sendiri
Manusia menjadi seperti yang
dipercayainya
-
Parmenides
berkata ‘berpikir sama dengan berada” ditolak oleh Kierkegaard karena
menurutnya “percaya itu sama dengan menjadi”
-
Manusia
tidak bisa dilihat hanya yg dipikirkan, tapi yg dia percayai. Manusia memilih
untuk menjadi penonton pasif atau aktif dalam mengisi kehidupannya
Waktu dan keabadian
-
Setiap
orang : campuran dari ketakterhinggaan dan keterhingaan. Manusia adalah gerak
menuju Allah tp juga terpisah/terasing, manusia hidup dalam 2 dimensi sekaligus,
keabadian dan waktu.
-
Dan
kedua dimensi itu bertemu dalam “saat” : titik dimana waktu dan keabadian
bersatu. Kita menjadi eksistensi dalam saat, yaitu saat pilihan. Pilihan itu
suatu loncatan dari waktu ke keabadian.
Subyektifitas dan eksistensi sebagai
tugas
-
Eksistensi
manusia bukan hanya sekedar fakta. Eksistensi manusia adalah tugas yang harus
kita jalani dengan kesejatian sehingga orang tidak tampil dengan semu, dihayati
sebagai suatu yang etis dan religious dan dengan tanggung jawab
-
Eksistensi
sejati : manusia individu, memilih dan mengambil keputusan sendiri (tidak
berada dalam massa)
Publik dan individu
-
Pendapat
umum didukung oleh khalayak ramai hanya anonym belaka , jika sendiri – sendiri
tidak berani.
-
Public
bagi Kierkeegard : abstraksi belaka , bukan realitas. Yg realitas adalah
individu. Public berbahaya jika dianggap nyata
Cth : orang menggabungkan diri dengan kelompok, kumpulin
tanda tangan. Bukti bahwa orang itu lemah, tidak berani sendiri (kelemahan
etis)
-
Kierkegaard
bukan menolak kebersamaan manusia dengan yang lain
-
Namun
“hanya setelah individu itu mencapai sikap etis barulah penggabungan bersama
dapat disarankan. Kalau tidak penggabungan individu yang lemah sama memuakkan
seperti perkawinan antara anak – anak”
EKSISTENSIALISME JEAN
PAUL SARTRE
Kenalan lagi deh yuk
sama ahli filsuf kita yang satu lagi ini
Nama : Jean
Paul Sartre
Tempat
dan tahun lahir : Paris 1905
Riwayat kehidupan :
- 1929 menjadi guru
- 1931-1936 dosen filsafat di Le Havre
- 1941 menjadi tawanan perang
- 1942-1944 dosen Loycee Pasteur
- Banyak menulis karya filsafat dan sastra
- Dipengaruhi oleh Husserl dan Heidegger
- Banyak menulis karya filsafat dan sastra dipengaruhi oleh Husserl dan Heidegger
Pemikiran filsafat Sartre
-
Manusia mengada dengan
kesadaran sebagai dirinya sendiri dan keberadaan manusia berbeda dengan benda
lain yang tidak punya kesadaran.
-
Untuk manusia
eksistensi ada keterbukaan. Eksistensi mendahului esensi.
-
Asas pertama untuk
memahami manusia harus mendekati sebagai subjektivitas. Apapun makna
yang diberikan pada eksistensinya, manusia sendiri yang harus bertangggung
jawab.
-
Tanggung jawab menjadi
beban kita yang lebih besar dari sekedar tanggung jawab terhadap diri kita
sendiri
Pemikiran Sartre dibedakan menjadi, “berada di
dalam diri” dan “berada untuk diri.”
1. Berada
dalam diri : segala yang berada di dalam diri tidak aktif, membosankan dan memuakkan.
2. Berada
Untuk diri : berada dengan sadar akan dirinya, yaitu cara berada manusia.
Bertanggung jawab atas fakta bahwa ia ada.
Kesadaran kita diberi bentuk kesadaran akan
diri.
Yang mengurangi kebebasan manusia, yaitu :
1. Tempat
kita berada
2. Masa
lalu
3. Lingkungan
sekitar
4. Kenyataan
adanya sesama manusia dengan eksistensi sendiri
5. Maut
Ketubuhan Manusia
-
Kehadiran selalu
menjelma dalam wujud bertubuh.
-
Tubuh adalah pusat
orientasi yang tidak bisa dipandang sebagai alat semata tapi mengkukuhkan
kehadiran manusia sebagai eksistensinya.
Komunikasi dan cinta
Komunikasi adalah
suatu hal yang apriori tak mungkin tanpa adanya sengketa lkarena setiap kali
orang menemui orang lain pada akhirnya akan terjadi saling objektifikasi, yang
seorang salah – olah membekukan orang lain. Terjadi saling pembekuan sehingga
masing – masing jadi objek.
Cinta adalah bentuk
hubungan keinginan saling memiliki (objek cinta). Akhirnya cinta bersifat
sengketa karena objektifikasi yang tak terhindarkan
Sekian dari postingan hari ini yah ! Semoga bermaanfaat ya temen - temen :D
Thanks for reading
Sumber : Powerpoint bahan kuliah dari Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara
Good job, 90 buat cici Chuppa
BalasHapus