Sabtu, 04 Oktober 2014

Blok Filsafat Day 10 - Eksistensialisme menurut Kierkegaard dan Sartre

Seperti biasa, saya kebut buat postingan yang selanjutnya jadi 2 pertemuan sekaligus hari ini hehehe
Kali ini yang ga kalah menarik nih topiknya, yaitu

Eksistensialisme ! tapi kali ini beda karena topic ini dijelaskan berdasarkan 2 ahli filsuf terkenal yaitu Kirkegaard dan Sartre

Eksistensialisme Menurut Kirkegaard

Sebelumnya, kita kenalan dulu boleh kali sama ahli filsuf kita yang satu ini

Nama                           : Soren Aabye Kierkegaard
TTL                              : Kopenhagen, Denmark 15 Mei 1813
Riwayat pendidikan    : Belajar teologi di Univ. Kopenhagen, tp tidak selesai.
Riwayat kehidupan      :
·        Saat 3 saudara, ayah dan ibunya meninggal ia mengalami krisis.
·        Sempat menjauh dr temannya dan agama.
·        Sempat bertunangan dg Regina Olsen, tp tidak jadi menikah.
·        1849 kembali lagi ke agamanya (Kristen).
·        Meninggal 1855 sbg org religius dan dipandang sbg tokoh di gerejanya.
·        Dia dikenal sbg bapa eksistensialisme, aliran filsafat yg berkembang 50 thn setelah kematiannya.

Apa itu Eksistensialisme ?
·        Pengertian: aliran filsafat yang pokok utamanya adalah manusia dan cara berada manusia yang khas di tengah makhluk-makhluk lainnya.

·        Secara Etimologis :

Ex = Keluar
Sistensia (sistere) = berdiri
Manusia bereksistensi = manusia baru menemukan diri sebagai aku dengan keluar dari dirinya.

·        Pusat seseorang terletak di luar dirinya dan sibuk dengan sesuatu yang lain di luar dirinya.

·        Eksistensialisme dari segi isi bukan satu kesatuan, tapi lebih merupakan gaya berfilsafat.

·        Beberapa tokoh filsafat yang menganut gaya eksistensialisme, selain Kierkegaard, yaitu Edmund Husserl, Martin Heidegger, Gabriel Marcel, Jean Paul Sartre. 

·        Meskipun banyak pandangan tentang eksistensialisme, namun terdapat satu hal yang sama yaitu bertitik tolak pada manusia konkrit bukan hanya mendengar dari orang lain.

CIRI-CIRI EKSISTENSIALISME :

1.       Motif pokok adalah eksistensi, cara manusia berada.

2.       Bereksistensi diartikan secara dinamis, merencanakan, membuat, menjadi dan menciptakan diri secara aktif.

3.     Manusia dipandang terbuka dan belum selesai, juga terikat pada dunia sekitarnya, khususnya pada sesama.


POKOK-POKOK AJARAN KIRKEGAARD :

1.       Walaupun ia memandang Hegel sebagai pemikir besar tetapi satu hal yang dilupakan yaitu eksistensi manusia sebagai individual konkrit. Dimana manusia tidak dapat dibicarakan “pada umumnya” atau “menurut hakikatnya” karena manusia pada umumnya tidak ada.

2.       Yang ada adalah manusia konkrit yang semuanya penting, berbeda dan berdiri di hadapan Tuhan.

3.       Eksistensi bagi Kirkegaard adalah merealisir diri, mengikat diri dengan bebas, dan mempraktekkan keyakinannya dan mengisi kebebasannya.

4.       Hanya manusia bereksistensi karena dunia,binatang dan sesuatu lainnya hanya “Ada.” Manusia bereksistensi, yakni menjadi (dalam waktu) seperti ia (akan) ada (secara abadi)

5.     Maka menurut Kirkegaard ada 3 cara bereksistensi, yaitu :

·        Sikap estetis : menyangkut keindahan, merengguh sebanyak mungkin kenikmatan yang dikuasai oleh perasaan. Cara hidup yang amat bebas. Harus memilih hidup terus dengan kenikmatan atau meloncat ke tingkat lebih tinggi lewat pilihan bebas

·        Sikap etis : menerima kaidah  kaidah moral , sura hati dan memberi arah pada hidupnya. Cth : ikatan perkawinan. Manusia suah mengakui kelemahannya tapi belom melihat cara mengatasinya sehingga manusia mereasa butuh pertolongan dari atas, lalu ke sikap hidup religious

·        Sikap religious : berhadapan dengan Tuhan, manusia sendiri

Manusia menjadi seperti yang dipercayainya

-          Parmenides berkata ‘berpikir sama dengan berada” ditolak oleh Kierkegaard karena menurutnya “percaya itu sama dengan menjadi”

-          Manusia tidak bisa dilihat hanya yg dipikirkan, tapi yg dia percayai. Manusia memilih untuk menjadi penonton pasif atau aktif dalam mengisi kehidupannya

Waktu dan keabadian

-          Setiap orang : campuran dari ketakterhinggaan dan keterhingaan. Manusia adalah gerak menuju Allah tp juga terpisah/terasing, manusia hidup dalam 2 dimensi sekaligus, keabadian dan waktu.

-          Dan kedua dimensi itu bertemu dalam “saat” : titik dimana waktu dan keabadian bersatu. Kita menjadi eksistensi dalam saat, yaitu saat pilihan. Pilihan itu suatu loncatan dari waktu ke keabadian.

Subyektifitas dan eksistensi sebagai tugas

-          Eksistensi manusia bukan hanya sekedar fakta. Eksistensi manusia adalah tugas yang harus kita jalani dengan kesejatian sehingga orang tidak tampil dengan semu, dihayati sebagai suatu yang etis dan religious dan dengan tanggung jawab

-          Eksistensi sejati : manusia individu, memilih dan mengambil keputusan sendiri (tidak berada dalam massa)

Publik dan individu

-          Pendapat umum didukung oleh khalayak ramai hanya anonym belaka , jika sendiri – sendiri tidak berani.

-          Public bagi Kierkeegard : abstraksi belaka , bukan realitas. Yg realitas adalah individu. Public berbahaya jika dianggap nyata
Cth : orang menggabungkan diri dengan kelompok, kumpulin tanda tangan. Bukti bahwa orang itu lemah, tidak berani sendiri (kelemahan etis)

-          Kierkegaard bukan menolak kebersamaan manusia dengan yang lain

-          Namun “hanya setelah individu itu mencapai sikap etis barulah penggabungan bersama dapat disarankan. Kalau tidak penggabungan individu yang lemah sama memuakkan seperti perkawinan antara anak – anak”


EKSISTENSIALISME JEAN PAUL SARTRE

Kenalan lagi deh yuk sama ahli filsuf kita yang satu lagi ini

Nama                                       : Jean Paul Sartre
Tempat dan tahun lahir           : Paris 1905
Riwayat kehidupan                  :
  •        1929 menjadi guru
  •         1931-1936 dosen filsafat di Le Havre
  •        1941 menjadi tawanan perang
  •         1942-1944 dosen Loycee Pasteur
  •         Banyak menulis karya filsafat dan sastra
  •         Dipengaruhi oleh Husserl dan Heidegger
  •         Banyak menulis karya filsafat dan sastra dipengaruhi oleh Husserl dan Heidegger


Pemikiran filsafat Sartre
-          Manusia mengada dengan kesadaran sebagai dirinya sendiri dan keberadaan manusia berbeda dengan benda lain yang tidak punya kesadaran.
-          Untuk manusia eksistensi ada keterbukaan. Eksistensi mendahului esensi.
-          Asas pertama untuk memahami manusia harus mendekati sebagai subjektivitas.  Apapun makna yang diberikan pada eksistensinya, manusia sendiri yang harus bertangggung jawab.
-          Tanggung jawab menjadi beban kita yang lebih besar dari sekedar tanggung jawab terhadap diri kita sendiri

Pemikiran Sartre dibedakan menjadi, “berada di dalam diri” dan “berada untuk diri.”

1.     Berada dalam diri : segala yang berada di dalam diri tidak aktif, membosankan dan memuakkan.
2.     Berada Untuk diri : berada dengan sadar akan dirinya, yaitu cara berada manusia. Bertanggung jawab atas fakta bahwa ia ada.

Kesadaran kita diberi bentuk kesadaran akan diri.

Yang mengurangi kebebasan manusia, yaitu :

1.     Tempat kita berada
2.     Masa lalu
3.     Lingkungan sekitar
4.     Kenyataan adanya sesama manusia dengan eksistensi sendiri
5.     Maut

Ketubuhan Manusia

-          Kehadiran selalu menjelma dalam wujud bertubuh.
-          Tubuh adalah pusat orientasi yang tidak bisa dipandang sebagai alat semata tapi mengkukuhkan kehadiran manusia sebagai eksistensinya.

Komunikasi dan cinta

Komunikasi adalah suatu hal yang apriori tak mungkin tanpa adanya sengketa lkarena setiap kali orang menemui orang lain pada akhirnya akan terjadi saling objektifikasi, yang seorang salah – olah membekukan orang lain. Terjadi saling pembekuan sehingga masing – masing jadi objek.

Cinta adalah bentuk hubungan keinginan saling memiliki (objek cinta). Akhirnya cinta bersifat sengketa karena objektifikasi yang tak terhindarkan

Sekian dari postingan hari ini yah !Semoga bermaanfaat ya temen - temen :D
Thanks for reading


Sumber : Powerpoint bahan kuliah dari Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara


1 komentar: