Kali ini beda nih, bukan tentang debat bukan tentang materi di kampus
tapi.....
mau cerita nih Field Trip seangkatan Psikologi 2014/2015 kemaren ke Kampung Betawi, Setu Babakan di Jakarta Selatan kalo ga salah hihihi :D
Tapi tunnggu dulu, jangan iri - iri jangan bilang enak - enak, karena dalam blok filsafat ini FULL dengan tugas. Jadi tugas utama kita di Setu Babakan ini adalah untuk membuat suatu presentasi, bisa berupa powerpoint ataupun video TENTANG :
1. Pengaruh modernisasi terhadap budaya betawi (khususnya di Setu Babakan)
2. Etos kerja penduduk sekitar Setu Babakan
Oke kita mulai ceritanya dari awal sampai akhir
Jadi, sekitar jem 6.30 sudah sampai kampus dan kumpul di kelas, tentunya dengan baju yang seragam dengan kelompok saya yaitu kelompok Thick Book dimana karena bertepatan dengan Hari Batik Nasional, kami semua memutuskan untuk pakai batik :D Selain itu kami juga membuat nametag untuk tambahan aksesoris yang seragam dengan kelompok biar makin kompak
Pagi - pagi saat kumpul di kelas, sempat diberikan materi lagi tentang Etos Kerja selama kurang lebih 45 menit oleh Pak Raja lalu ada briefing sebentar tentang field trip hari itu. Setelah itu langsung menuju ke bis dan langsung dapat snack pagi. Dan untungnya tidak terkena macet (sebenarnya saya gatau sih macet atau tidak, karena saya tidur) jadi cuma 2 jam langsung sampai di Setu Babakan.
Sesampainya disana, dijelaskan lebih lanjut lagi tentang apa yang harus kita lakukan, yaitu sebelum makan siang, kita bersama dengan kelompok harus mengumpulkan data tentang yang pengaruh modernisasi terhadap budaya betawi dengan mewawancari warga - warga sekitar.
Langsung saja deh saya bersama kelompok pergi ke tempat yang biasa ada pertunjukan budayanya, jadi ada panggung dimana terdapat alat - alat musik tradisional khas betawi seperti Gambang Kromong dan lain lain. Karena kebetulan ada kunjungan dari sekolah lain, makanya ada pertunjukan di panggungnya dan tari - tarian. Langsung saja kita temui dan wawancara staf yang ada di kantor sekitar situ dan berbincang - bincang selama kurang lebih 30 menit. Setelah itu kami pun pergi ke tempat batik untuk melihat - lihat dan berbincang - bincang dengan pemilik usaha batik di Kampung Betawi, lalu mewawancarai 1 lagi warga disitu. Jadi, jumlahnya 3 orang yang diwawancarai untuk tugas yang bagian pertama.
Siangnya kami pun menyantap makan siang yang sudah disediakan panitia field tripnya, tak lupa juga sebagian dari kami membeli jajanan - jajanan sekitar seperti es doger , kerak telor, es kelapa, bir pletok dan lain lain. Setelah selesai makan siang, kita langsung bersiap untuk mewawancarai pedagang - pedagang yang ada di sepanjang jalanan untuk tugas kami yang kedua yaitu tentang etos kerja. Kami mewawancari tukang es potong, pembuat ondel - ondel, penjual minuman, penjual dodol, penjual es kelapa, dan juga anggota TNI. Banyak cerita - cerita yang mereka bagikan, banyak pula nilai - nilai kehidupan yang bisa kita petik dari pengalaman hidup mereka baik sedih ataupun gembira. Walaupun sebagian besar menjawab pengalaman membahagiakan mereka adalah saat dagangannya laku dan pengalaman menyedihkannya adalah saat tidak punya uang, saat musim hujan sehingga dagangan tidak laku.
Menjelang waktu habis di Kampung Betawi , banyak sekali yang memanfaatkan sisa waktu itu untuk mengambil foto - foto bersama dengan dosen ataupun kelompok ataupun selfie, ada yang jajan makanan khas betawi, saya pribadi membawa pulang dodol dan roti buaya, ada juga yang naik bebek - bebekan di danau ataupun main scooter, pokoknya walaupun semuanya capek karena tugas, kita tetep mau setidaknya senang - senang sedikit sebelum pulang ke Untar lagi.
Waktupun habis dan kami berkumpul seangkatan untuk foto - foto untuk dokumentasi kampus. Lalu masuk ke bis dan perjalanan yang sama seperti tadi berangkat, kembali lagi ke UNTAR.
Terasa cukup singkat, namun banyak sekali hal - hal yang kami bisa pelajari dan amati selama berada di Setu Babakan. Senang rasanya masih ada pelestarian budaya seperti Kampung Betawi ini. Seharusnya tempat - tempat seperti ini dipebanyak sehingga budaya - budaya yang lain tidak tertinggal dan hilang karena pengaruh modernisasi.
Sekian yah :D
Thanks for reading, pembaca setia blog Woen

























asik banget tempatnya terutama makanannya, menarik untuk dicoba juga nilai 90 buat cici Chuppa
BalasHapus