HALO HALO HAI HAI !
Woen lagi nih disini, siap untuk membahas tentang hal – hal
yang berkaitan dengan kelas filsafat pada hari ini ! Jadi hari ini bahas
tentang apa yahhh .. hmm Silogisme dan Kesesatan Pemikiran :D Sekedar info,
silogisme ini sadar tidak sadar kita sudah pernah membahasnya sewaktu di jaman
SMA, tepatnya di pelajaran bahasa Indonesia, cuman bedanya disini kita bahas
dalam cara pandang filsafat.
Ga perlu basa – basi lagi, kita lansung masuk ke materi aja
yuk !
Silogisme
Kita mulai seperti biasa, yaitu dari pengertiannya :
Suatu simpulan dimana
dari dua putusan (premis – premis) disimpulkan suatu putusan yang baru
Dengan prinsip : bila premis benar, maka simpulannya pasti
benar.
Terdapat dua macam silogisme,
1. Silogisme Kategoris
-
Premis dan simpulannya adalah putusan kategoris
( pernyataan tanpa syarat)
Dibagi kembali menjadi 2 bagian,
i)
Silogisme
kategoris tunggal (ada 2 premis terdiri dari 3 term S,P,M)
Bentuk – bentuknya :
¨
M adalah S dalam premis mayor dan P dalam premis
minor, premis minor sebagai penegasan dan premis mayor bersifat umum
Cth. M – P Setiap hewan dapat mati (mayor)
S – M Anjing adalah hewan
(minor)
S – P Jadi, anjing dapat
mati (simpulan)
¨
M jadi P dalam premis mayor dan minor dimana
salah satu premis harus negative dan premis mayor bersifat umum
Cth. P – M Karnivora adalah pemakan daging (mayor)
S – M Serangga bukan
pemakan daging (minor)
S – P Serangga bukan
karnivora (simpulan)
¨
M menjadi S dalam premis mayor dan minor dimana
premis minor harus berupa penegasan dan simpulannya bersifat particular
Cth. M – P Guru itu orang dengan tugas mengajar
M – S Ada guru yang kurang
luas wawasannya
S – P Jadi, sebagian yang kurang
luas wawasannya itu orang dengan tugas mengajar
¨
M adalah P dalam premis mayor dan S dalampremis
minor dimana premis minor harus berupa penegasan, sedangan simpulan bersifat particular
Cth. P – M Bayam itu sayur
M – S Semua sayur
menyehatkan tubuh
S – P Jadi, sebagian yang
menyehatkan tubuh itu bayam
ii)
Silogisme
kategoris majemuk (premis – premisnya sangat lengkap, lebih dari tiga
premis)
Jenis – jenisnya :
¨
Epicherema
: salah satu atau kedua premisnya disertai alasan
Cth. - Semua furniture
berkualitas adalah furniture mahal, karena susah pembuatannya
-Furniture informa itu adalah furniture bagus, karena banyak model dan
pilihan warnanya
-Jadi, furniture informa adalah furniture mahal
¨
Enthymema
: salah satu premis/ simpulannya dilampaui, tidak secara eksplisit ( singkat)
Cth. - Jiwa manusia adalah rohani. Jadi, tidak akan mati
-Yang rohani itu tidak akan dapat mati
-Jiwa manusia adalah rohani
-Maka, jiwa manusia tidak akan dapat mati
¨
Polisilogisme
: deretan silogisme dimana simpulan silogisme yang satu menjadi premis
untuk silogisme yang lainnya
Cth. – Seseorang yang menginginkan lebih
dari yang dimiliki, merasa tidak puas
-Seseorang yang rakus adalag sesorang yang
menginginkan lebih dari yang dimiliki
-Jadi , seorang yang rakus merasa tidak puas
-Seorang yang kikir merasa tidak puas, Ardi
adalah seorang yang kikir. Jadi, Ardi merasa tidak puas
¨
Sorites
: premisnya lebih dari 2 dan berhubungan satu sama lain sedemikian sehingga
predika dari putusan yang satu menjadi subjek putusan berikutnya
Cth. -Seseorang yang sehat itu, akan mengurangi konsumsi daging
-Seseorang yang vegetarian itu, lebih rendah level kolesterolnya
-Jadi, seorang yang mampu mengendalikan nafsu akan daging akan
megurangi konsumsi daging.
-
Hukum
silogisme kategoris ( tentang isi dan luas S & P)
(a)
Tidak boleh mengandung lebih atau kurang dari 3
term
(b)
M tidak boleh masuk ke dalam kesimpulan
(c)
Term S & P tidak boleh lebih luas dari
premis – premisnya untuk menghindari latius hos (menarik simpulan yang terlalu
luas)
2. Silogisme Hipotetis
Catatan untuk
silogisme :
1.
Menentukan simpulan terlebih dahulu yang
diciri-cirikan dengan kata : karena itu, maka dari situ, dll.
2.
Tentukan alasannya (menunjuk pada M / Term
menengah)
3.
Setelah S & P diketahui, susunlah silogisme
yang terdiri dari 3 bagian yaitu, Premis minor ( S & M), Premis mayor
(titik tolak penalaran, P & M) dan Simpulan ( S-P)
Berlanjut ke Fallacia
Yang artinya adalah Kesalahan
pemikiran dalam logika, bukan kesalahan fakta, tapi kesalahan atas kesimpulan
karena penalaran yang tidak sehat
v
Kesalahan
fakta : Yang lahir pada tanggal 13 akan mengalami banyak kesialan dalam
hidupnya
v
Kesalahan
penalaran : kesalahan cara berpikir dan menyimpulkan
Dibagi 2 menjadi,
o
Kesesatan
formal (karena melanggar rumus2 logika, tidak boleh 2’nya universal)
o
Kesesatan
informal (kesesatan dalam bahasa)
cth.
1. Diksi/penempatan kata depan
( cth. Antara tumbuhan dan hewan memiliki perbedaan)
2. Ungkapan yang keliru (cth. pencuri
kawakan itu berhasil diringkus polisi minggu yang lalu)
3. Pengacauan posisi subjek atau
predikat (Karena tidak mengikuti kuis, dosen menmberi tugas ekstra kepada
mereka)
4. Kesesatan struktrur kalimat
bercabang (Rina Anak Ibu Siti yang hamil diluar nikah lari dari rumah)
5. Kesesatan aksen/prosodi
6. Kesesatan bentuk pembicaraan
(bersepeda, memakai sepeda, bertamu ? memiliki tamu)
7. Kesesatan aksiden
8. Kesesatan karena alasan yang
salah
v
Kesesatan
presumsi :
o
Generalisasi
tergesa – gesa ( Orang Tionghoa pandai berdagang)
o
Non sequiter
(belum tentu, bukan hal umum)
o
Analogi
palsu ( Membuat isteri bahagia seperti membuat hewan piaraan bahagia dengan
membelai kepalanya dan memberi banyak makan)
o
Penalaran
melingkar (petition principii)
o
Deduksi
cacat (dr umum ke khusus cth. Menyumbang itu luhur, saya menyumbang, belum
tentu saya luhur)
o
Pikiran
simplistic (menggampangkan, tanpa pkir panjang, kesimpulan pendek)
Cth. karena ia tidak berpendidikan, maka IQ-nya pasti rendah)
v
Menghindari
persoalan
o
Argumentum
ad hominem (mengalihkan dari masalah sesungguhnya ke masalah pribadi)
(menyerang orangnya) (cth. Dia pernah terlibat narkoba, pasti nanti dia akan
kecanduan lagi)
o
Argumentum
ad populum (cth, anda lihat banyak ketidakadilan dan korupsi, maka Partai
Merah Biru adalah partai masa depan kita)
o
Argumentum
ad misericordiam (suka merengek – rengek) (Seorang mahasiswa memohon pada
dosennya untuk memberikan ijin untuk mengikuti ujian dengan menangis terisak –
isak dan berlutut ke hadapan dosennya itu)
o
Argumentum
ad baculum (Karena beda pendapat, suka menneror orang lain)
o
Argumentum
ad auctoritatem (menggunakan otoritas orang lain) (Ketua kelas menyuruh
kelasnya untuk tertib atas nama suruhan dari guru wali kelas)
o
Argumentum
ad ignorantiam ( tidak bisa dibuktikan, tidak percaya) (Hantu tidak
terlihat maka hantu tidak ada)
o
Argumentum
untuk keuntungan seseorang (cari untung sendiri dari orang lain) (saya akan
memberi kamu 1 juta jika kamu mau mengerjakan skripsi saya)
o
Non causa
pro causa (yg 1 disebabkan oleh yang lain, selalu beruntun) (Dia bermimpi
buruk setelah mengabaikan SMS berantai dari temannya)
v
Kesesatan
retoris
o
Eufemisme
/ disfemisme ( Pembangkang yang dianggap benar disebut reformator. Bila tidak
disenangi maka disebut anggota pemberontak)
o
Penjelasan
retorik ( Lucy tidak lulus karena tidak belajar sama sekali)
o
Sterotipe
(tanpa pengalaman, mengkategorikan, menjurus ke negatif) (Orang Medan itu
pelit)
o
Innuendo
( menyindir halus)
o
Loading
question (pertanyaan penuh muatan) (Apakah anda masih suka selingkuh ?)
o
Weaseler
(tiga dari empat ilmuwan mengatakan shampoo ini manjur untuk mengatasi ketombe)
o
Downplay
(merendahkan dengan cara menyindir) (dia tidak pernah sekolah, dia tau apa ?)
o
Lelucon/
sindiran
o
Hiperbola
(lebay) (cth. Bola Matamu bersinar terang bagaikan sinar rembulan di malam
hari)
o
Pengandaian
bukti (studi menunjukkan..)
o
Dilema
semu ( ke kiri salah, ke kanan salah, di tengah juga salah)
Sekian postingan saya hari ini, semoga berguna dan menambah wawasan kalian tentang filsafat ya ! :D ditunggu komentarnya
Thanks for reading !
Sumber : powerpoint bahan kuliah dari Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara



Wwaaah lengkap dan menarik aku kasih 89 ya :)) ditunggh posting aelanjuynya
BalasHapusmakasih lagi sahnaaaaaa ! hihi
Hapusrapi, lucu, menarik
BalasHapus92 deh :D
ditunggu posting selanjutnya
visit: vediivediii.blogspot.com
wahhh makasih vedi :*
HapusAmpunnn dehh lengkappp banget hahaha 89 dehh buat woen :)
BalasHapusnyehehhe iya ?? bagus deh kalo gitu, makasih meycans
Hapuskeren & lengkap update trus ya nilainy 90 ^^
BalasHapusthanks JH :*
HapusNice, nilai 90 buat cc Chuppa ^^
BalasHapusmakasih lagi untuk kesekian kalinya :)
Hapusbanyak contohnya jadi gampang dipahami, 91 :)
BalasHapus