Hai lagi temen - temen !
Hari ini kebut beberapa postingan nih :D
Topiknya beda - beda semua dan seru - seru kok
Jadi tetep ikutan update an ku terus yah
Hari ini kita akan membahas tentang Manusia & Afektifitasnya, topik yang pasti menarik banget buat remaja - remaja atau kalian - kalian yang lagi cinta - cintaan dsb. dan yang satu lagi topiknya adalah tentang Kebebasan
sudah ga sabar yuk, kita langsung mulai ke...
- Kekayaan dan Kompleksitas afektivitas manusia
ü
Membedakan manusia
dengan tumbuhan
ü
Membuat manusia merasa “berada”
di dunia, berpartisipasi dengan orang lain, dan mendorong orang untuk mencintai
mengabdi dan menjadi kreatif
·
Disposi afektif dasariah
si subyek thdp obyeknya
Seluruh kehidupan
afektif berputar pada 2 kutub yang bertentangan satu sama lain
ü Cinta : buah afetivitas
+ (paling dasariah)
ü Benci : buah afektivitas
–
·
Cinta utilitas / bermanfaat ( sikap yang diambil
afektivitas saat berhadapan dengan obyek yang dianggap berguna , subyek
mencintainya)
·
Bagaimana sikap obyek
dapat ditentukan secara afektif oleh obyeknya
ü Perasaan & emosi à tergantung bagaimana S menguasai O
(keadaan afektif
berbeda)
Hasrat – hasrat jiwa
(Thomas Aquinas)
·
Ciri khas kebenaran
afektivtas (suasana hati)
à baik bila kemampuan
bekerja dengan baik juga
·
Yang bukan perbuatan
afektif
ü Bukti cinta : perbuatan –
perbuatan, cinta dulu baru perbuatan
ü Afektivitas bukan hanya
menyangkut kesanggupan merasa tapi juga menyangkut hal yang spiritual
·
Yang merupakan perbuatan
afektif
ü Afektivitas . hidup
afektif : seluruh perbuatan afektif yg dilakukan subjek sehingga subjek ditaril
oleh objek dan sebaliknya
ü Mirip dengan perbuatan
mengenal karena = perbuatan vital / imanen
ü Namun beda karena =
perbuatan afektif itu pasif, perbuatan mengenal itu subyek membuka diri pada
objek
·
Kondisi afektivitas
manusia
ü Perlu suatu ikatan
kesamaan antara S dan O perbuatan afektifnya
ü Kesenangan dari cara
afektif harus dicurigai ? bersatulah dalam pikiran dan perasaan denngan apa yg
baik bagi kita
Kesenangan -> Perasaan
yang dialami S bila dia dihinggapi oleh keadaan berada lebih baik
Catatan cinta akan diri,
sesama dan Tuhan
- ·
Cinta diri : dianggap egoism à menolak perhatian otentik pada orang lain
(ambil keuntungan doang)
Padahal cinta diri sendiri ditemukan pada orang yang sanggup
mencintai orang lain dengan sungguh - sungguh
- ·
Cinta Tuhan bukan
berarti mengasingkan diri dari diri sendiri
St. Agustinus : Tuhan adalah pokok pangkal kepribadian kita masing
– masing. Ia : dasar dalam mana semua manusia saling berkomunikasi. Makin saya
mendekati orang lain, makin saya mendekati Tuhan
Langsung lanjut ke
1. Jiwa
dan Kebebasan
·
Eksistensi Jiwa dalam tubuh memampukan manusia
untuk menghadirkan diri secara total di dunia dan memungkinkan manusia menentukan perbuatannya.
·
Dalam menentukan perbuatan jiwa berhubungan
dengan kehendak bebas.
·
Karena jiwa lah manusia menjadi makhluk bebas.
·
Kebebasan mendasar bagi manusia dan merupakan
kepentingan humanisme.
“Sejarah manusia
merupakan sejarah perjuangan kebebasan”
-Erich Fromm
Yang artinya kebebasan
menjadi bagian yang tak terpisahkan dari eksistensi kehidupan manusia.
1.
Pandangan
Determinisme diartikan sebagai aliran yang menolak kebebasan sebagai
kenyataan kehidupan bagi manusia. Seluruh peristiwa yang terjadi bermula dari
peristiwa – peristiwa lainnya
Seluruh kegiatan manusia di
dunia berjalan menurut keharusan
yang bersifat deterministik (dibatasi) :
- Determinisme
fisik-biologis
- Dererminisme
psikologis
- Determinisme
sosial
- Determinisme
teologis
2. Kebebasan sebagai eksistensi manusia
·
Kelemahan
Determinisme
v
Menyangkal sifat multidimensional dan paradoksal
manusia (2 hal yang bertentangan , cth, ingin masuk surga tapi tak ingin mati)
v
Menyangkal bahwa manusia selalu melakukan
evaluasi dan penilaian terhadap tindakannya. Menafikan adanya tanggung jawab
(tidak relevan menuntut tanggung jawab atas kesalahan)
3. Kebebasan sebagai bagian dari eksistensi
manusia
Argumennya
:
v
manusia hidup dalam “kemungkinan dapat” atau
berhadapan dengan pilihan berbeda bobot
v
Adanya tanggung jawab
v
Makna perbuatan moral ada pada kebebasan.
4. Pengertian Kebebasan itu sendiri
v
Dalam pengertian
umum :kebebasan negative atau tidak ada hambatan tapi bukan kebebasan
eksistensial.
v
Dalam pengertian
khusus / kebebasan eksistensial : penyempurnaan diri, kesanggupan
memilih dan memutuskan kemampuan mengungkapkan berbagai dimensi
kemanusiaan.
5.
Jenis-Jenis
Kebebasan :
a)
Kebebasan Horizontal (berkaitan dengan
kesenangan dan kesukaan, bersifat spontan, semata pertimbangan intelektual) dankebebasan
vertikal (pilihan moral, pertimbangan tujuan, tingkatan nilai)
b)
Kebebasan Eksistensial (Kebebasan positif,
lambang martabat manusia) dan kebebasan sosial (terkait dengan orang
lain) kebebasan sosial dibatasi dalam hal fisik, psikis dan normatif.
Nilai humanistic dalam kebebasan
eksistensial :
-
Melibatkan pertimbangan
-
Mengedepankan nilai kebaikan
-
Menghidupkan otonomi
-
Menyertakan tanggung jawab
4
alasan adanya pembatasan kebebasan sosial:
a. Menyertakan
pengertian
b. Memberi
ruang bagi kebebasan eksistensial
c. Menjamin
pelaksanaan keadilan bagi masyarakat
d. Terkait
dengan hakikat manusia sebagai makhluk sosial.
6. Sejarah Perkembangan Masalah Kebebasan
Filsafat Yunani tidak
memberikan jawaban yang memuaskan atas masalah kebebasan karena :
1. Adanya pandangan bahwa semua
hal berada di bawah “nasib” dan “kehendak mutlak” yang mengatasi manusia dan
para dewasa yang secara sadar atau tidak sadar menentukan tindakan. Jadi, tidak
ada pertanggungjawaban manusia atas tindakannya.
2. Menurut pemikiran Yunani,
manusia ialah bagian dari alam maka harus mengikuti hukum umum yang
mengaturnya.
3. Manusia terpengaruh oleh
sejarah yang bergerak secara siklis.
7. Jaman – jaman yang ada dalam sejarah Perkembangan
Masalah Kebebasan :
i.
Zaman Abad Pertengahan, masalah kebebasan
dilihat dalam perspektif teosentrik
ii.
Zaman modern (percaya akal budi), perspektif
teosentrik digantikan oleh perspektif antroposentrik
iii.
Era Kontemporer (pascamodern), kebebasan
dipermasalahkan dari sudut pandang sosial
iv.
Kebebasan dalam pemikiran Timur cenderung
dilihat sebagai pembebasan dari kendala keinginan egoistik dan dari kecemasan
untuk mencapai kesatuan dan pengendalian diri.
Sekian postingan saya untuk minggu ini :D
see you next week
Thanks for reading
Comment akan sangat diapresiasi :)
Sumber : powerpoint bahan kuliah dari Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara
Sumber : powerpoint bahan kuliah dari Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara
Se




Tema nya bagus, penjelasannya juga reealitis dan teoritis banget, nilai 90 buat cici CHuppa ^^
BalasHapustrimakasih ya ! :D
HapusPenjelasannya lengkap,singkat,dan mudah dimengerti nilainya 90 buat cici woen. :D
BalasHapushore dapet 90 heheheh thanks anas :D semoga berguna ya
HapusPenjelasannya terperinci, singkat, lengkap, mudah dimengerti dan berurutan. Ada gambar2 yg inspiring juga. 90 buat woennn :)
BalasHapusthanks a lot devario !
HapusBlognya keren bangeeettt, Isinya juga berbobot banget, keren deh, acungin 4 jempol buat Woen, hahaha
BalasHapuswahh makasih loh salvian :D smoga bermanfaat ya !
HapusNgebut bgt deh blognyaaaaa yaampun kereennnn mangat trus yeee woen cantik :* 90
BalasHapushahaha iya nih gila sampe ngebut parahh ! makasih wenswens yg ga kalah cantik ! :*
Hapusblognyaa lengkapp mudah dimengerti 90 yaaa
BalasHapusmakasih sella cans :*
Hapuslengkap banget woen penjelasannya hahaha ditunggu ya updatean selanjutnya, 93 :)
BalasHapus