HALO HAI HAI !
Kembali lagi deh bersama saya, Woen. Cuma kali ini ada yang
berbeda dari biasanya, bisa dilihat juga dari judul postingan kali ini. Ada
kata “debate” nya dan memang bener kali ini saya akan membahas tentang perdebatan
beberapa kasus yang saya dapatkan saat pelajaran filsafat hari ini. Namun saya
akan men share pikiran dan pendapat saya disini, karena juga, jujur lebih mudah
bagi saya untuk mengutarakan pendapat saya melalui tulisan daripada face to
face :p
Jadi…Gimana ? kedengeran seru kan ? Kalo gitu kita langsung
saja ke …..
KASUS 1
Pertama – tama saya akan membahas
tentang kasus yang 1, Pilkada Langsung atau Pilkada tidak Langsung. Dimana yang
pilkada langsung itu dengan pemungutan suara secara demokrasi dari seluruh
raykat dan yang pilkada tidak langsung itu dengan pemilihan lewat Dewan
Perwakilan Rakyat, jadi mereka yang akan mewakili seluruh suara masyarakat.
Terlebih dahulu sebelum dimulai, Saya akan mengutarakan gagasan utama tentang 2
pilihan yang tersedia, jadi Saya secara pribadi lebih setuju kearah yang
pilkada langsung.
Dengan pendekatan empiris dan
rationalisme, saya akan menjabarkan alasan mengapa saya kontra terhadap pilkada tidak langsung. Jadi bila kita bisa tengok kembali dan melihat dimana Soeharto
dipilih saat sidang istimewa MPRS, saat keadaan pemerintahan Indonesia sedang
buruk (G30S/PKI), jadi bukan karena pilihan rakyat, berujung pada penurunan
Soeharto secara paksa oleh rakyat dari jabatannya sebagai presiden saat itu dan
peristiwa kerusuhan 1998 yang sangat berdampak besar pada rakyat Indonesia,
malah hingga sekarang peristiwa mengerikan itu tak pernah kandas dari ingatan
rakyat Indonesia. Tentunya! Kita tidak ingin kejadian yang sama terulang kembali,
ketika seorang pemimpin dipilihkan oleh wakil rakyat , yang bahkan sesungguhnya
jika kita harus akui, selama ini , sampai sekarang, bukti kinerjanya hanya lah
sebatas KKN saja, bukanlah hal yang baru jika terdengar berita tentang DPR yang
korupsi dan sebagainya. Lalu mengapa kita harus mempercayakan pilihan kita ke
mereka mereka ini yang sebagian besar dibutakan sengan uang, jadi dengan
misalnya uang sogokan dari calon pemimpin itu, mereka mampu memilih si calon
itu tanpa ba bi bu dan tanpa mempertimbangkan nasib masa depan Negara kita
karena yang mereka pedulikan hanya keuntungan diri sendiri.
Juga saya ingin menambahkan tentang seberapa kita mengenal calon pemimpin kita ini, lewat pemilu, biasanya lebih banyak dilakukan kampanye kampanye, aksi nyata ke masyarakat dan adanya sosialisasi antar calon pemimpin dan rakyat yang lebih. Mungkin bisa dibantah bahwa ada pula yang namanya Golput, yang netral atau pun yang memilih karena diberi uang, namun itu kembali lagi ke pribadi masing – masing, mereka – mereka ini yang tidak peduli dengan apa jadinya bangsa kita, itu pilihan mereka untuk asal memilih ataupun tidak memilih. Namun kita tidak bisa mengesampingkan pilihan – pilihan yang telah dibuat oleh para peserta pemilu ini yang memang sungguh peduli terhadap siapa yang akan membawa maju bangsa ini.
Juga saya ingin menambahkan tentang seberapa kita mengenal calon pemimpin kita ini, lewat pemilu, biasanya lebih banyak dilakukan kampanye kampanye, aksi nyata ke masyarakat dan adanya sosialisasi antar calon pemimpin dan rakyat yang lebih. Mungkin bisa dibantah bahwa ada pula yang namanya Golput, yang netral atau pun yang memilih karena diberi uang, namun itu kembali lagi ke pribadi masing – masing, mereka – mereka ini yang tidak peduli dengan apa jadinya bangsa kita, itu pilihan mereka untuk asal memilih ataupun tidak memilih. Namun kita tidak bisa mengesampingkan pilihan – pilihan yang telah dibuat oleh para peserta pemilu ini yang memang sungguh peduli terhadap siapa yang akan membawa maju bangsa ini.
Dengan sifat kebenaran :
1.
Kritis : Mari kita sadari kembali bahwa kita ini
Negara demokrasi, dari oleh dan untuk rakyat. Kita mempunyai hak untuk memilih,
menyampaikan aspirasi – aspirasi kita dan menurut saya tugas DPR itu lebih ke
menyalurkan aspirasi- aspirasi kita. Dari banyaknya aspirasi kita yang berbeda-
beda dari ujung Sabang sampai Merauke, disatukan dan disimpulkan, menjadi 1
keputusan akhir, sama halnya dengan proses pemilu.
2.
Normatif : Lagi, kita bisa kembali membuka
undang undang kita kembali dimana pilkada langsung ini tercantum dalam UU RI no
42 tahun 2008 yang dikatakan bahwa pemilihan umum secara langsung oleh rakyat
merupakan sarana pelaksanaan kedaulatanrakyat guna menghasilkan pemerintahan
Negara yang demokratis dan berdasarkan pancasila dan UUD Negara republic
Indonesia 1945
3.
Evaluatif : Kita tahu bahwa pemilu ini rutin
dilakukan 5 tahun sekali. Walaupun masih terdapat kecacatan – kecacatan di
dalam beberapa hal, namun sembarinya dilakukan terus menerus, akan berkembang,
berusaha memperbaiki kecacatan yang terjadi sebelumnya dan meminimalisir
kesalahan, dan sungguh memang terlihat, bisa dibandingkan dengan tahun – tahun
sebelumnya, pemilu / pilkada sudah membaik – dan semakin membaik.
Kesimpulan : Dengan penjelasan penjelasan diatas yang saya
berikan sesuai dengan kajian metode – metode dan teori kebenaran, saya yakin
bahwa pilkada langsung adalah sesuatu kebenaran yang kita harus kembangkan,
maka mari terus dukung Pilkada langsung agar terus dilaksanakan dan semakin
membaik dari tahun – tahun sebelumnya.
KASUS 2
Pergaulan Bebas, Pro atau Kontra ?
Kali ini topiknya lagi booming
banget kayaknya di jaman sekarang ini,
entah booming sebagai sesuatu yang positif atau yang negative. Maka dari itu,
mari kita bahas perdebatan antara pro dan kontra tentang pergaulan bebas.
Pergaulan bebas bisa mencakup
tentang banyak hal namun khusus kali ini saya akan lebih menekankan tentang
seks bebas. Jadi pergaulan bebas ini sering sekali terjadi di kalangan remaja tentunya
dan saya sebagai salah satu yang berhasil melewati tahap – tahap usia dimana
maraknya terjadi pergaulan bebas, saya sangatlah menentang pergaulan bebas,
saya kontra.
Kali ini saya akan lebih
menggunakan pendekatan rationalism dibandingkan yang empiris. Jadi, seperti
yang kita ketahui, sering kali pergulan bebas khususnya sex bebas ini memiliki
resiko, yaitu entah resiko kehamilan ataupun penyakit menular. Pertama-tama kita
bahas tentang dampaknya jika terjadi kehamilan diluar nikah. Dilihan dari efek
psikologisnya, tentu mental si wanita akan sangat terganggu dimana ia merasakan
tekanan dan rasa malu dari masyarakat dan keterpaksaan untuk meninggalkan
segala-galanya ( sekolah, pergaulan teman yang nongkrong2 gitu) yang singkatnya
merubah masa depan dan belum tentu pihak lelaki atau keluarga dapat menerimanya
dengan baik. Dan secara fisik, tergantung dengan umur saat dinyatakan hamil,
jika terlalu muda, belum tentu Rahim si perempuan sudah sanggup untuk
melahirkan secara normal atau bahkan mampu mengancam nyawa entah si ibu ataupun
si bayi akibat kelalaian2 yang dapat terjadi dikarenakan usia yg belum matang.
Mungkin dalam hal ini, pihak perempuan lebih dirugikan dibandingkan lelaki
karena menyisakan bukti yang konkrit. Berpikir lebih jauh lagi, dampak pun
dapat menjalar ke dampak psikologis anak dari pada janin itu sendiri, jika
tidak dibimbing dan diasuh dengan baik, akan menyebabkan traumatis ke pribadi
si anak.
Memang ada cara – cara yang dapat
dilakukan untuk mengatasi kehamilan, seperti aborsi contohnya , namun itu
bukanlah cara yang benar menurut saya sebagai penganut agama katholik. Selain menyimpang
dari segi agam dan budaya, juga di beberapa Negara tidak dianggap legal. Jangan
pikir bahwa aborsi itu sangat aman bagi si yang hamil, karena tetap ada resiko
untuk kematian.
Beralih ke dampak kedua dari
pergaulan bebas yang saya ingin sampaikan disini, yaitu penyakit menular seks,
yang bahkan beberapa dari penyakit2 itu belum ditemukan penyembuhannya. Maka
secara rasional dan logis, untuk apa kenikmatan sesaat tapi pada akhirnya mampu
memberikan begitu banyak dampak – dampak yang buruk yang sungguh tidak setimpal
dari kenikmatan yang diterima. Jadi pergaulan bebas menurut saya sangat harus
ditentang dan dihindari.
Dengan sifat kebenaran :
1. Kritis : Kenikmatan sesaat yang berakibat
menjalar ke masa depan, ke mental si perempuan ataupun si laki – laki, keluarga
dari masing – masing pihak, si anak / janin/ bayi dari hasil pergaulan bebas
itu dan juga penyimpang norma agama dan budaya
2.
Normatif : Jelas terpampang di kitab suci (karena
saya katholik) bahwa salah satu perintah Tuhan adalah jangan berzinah.
3.
Evaluatif : Setiap tahunnya, kasus tentang
pergaulan bebas makin sering dan sering terjadi ataupun dibicarakan atau bahkan
menjadi sesuatu yang tidak tabu lagi, dan justru mengancam masa depan Negara yang
berada di tangan tangan remaja – remaja kita ini.
Kesimpulan : Dengan penjelasan penjelasan diatas yang saya
berikan sesuai dengan kajian metode – metode dan teori kebenaran, saya yakin
bahwa pergaulan bebas adalah sesuatu yang amat patut untuk ditentang, bisa
dilihat dari dampak dampaknya yang sungguh merugikan diri sendiri dan juga
orang lain di berbagai aspek.
Sekian dari perdebatan saya dalam 2 kasus ini, semoga
bermanfaat dan diharapkan masukan – masukan yang berintensi untuk mendorong
postingan debat saya agar menjadi lebih baik lagi.
Thanks for reading J
Sumber :
https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=4&cad=rja&uact=8&ved=0CDgQFjAD&url=http%3A%2F%2Fwww.kemenpppa.go.id%2Fv3%2Findex.php%2Fperaturan-perundang-undangan%2Fundang-undang%3Fdownload%3D727%253Ayp&ei=wEEbVIrAAszluQSy94DwDQ&usg=AFQjCNGuqNDZihGGJmgj3Y3Nuk5lfALumw&bvm=bv.75774317,d.c2E


woen blognya bagus banget uda hampir lengkap ^^
BalasHapusgw nilai 85 yah semangat terus kerjainnya
makasih liesye ! :*
HapusCici woen, pas baca blog cici aku terpana banget loh. Keren banget isinya aku jadi iri :") aku nilai 88 buat cici :*
BalasHapusmasa sih sampe terpana ? hahaha blog kamu juga ga kalah bagus tau :*
Hapusmakasih de jeans
Woen, awalnya gue lg mau liat liat blog ttg debat kmren. Ternyata gue salah liat punya lu karna punya lu keren dan lengkap bgtttt. Gue speechless liatnya juga karna gue gasuka politik (buat kasus 1) keren sayang. Semangat terus cantik :* kalau aku sih yes. 90 :D
BalasHapusaw aw aw jadi tersipu malu nihh wennn ! hihi makasih ya wenn yg lebih cans :*
HapusWoenn isi debat dan argumen kamu top banget deh . Aku jd makin ngrti deh tuh soal politik . 92 untuk woennnn !
BalasHapusmakasi gween !!! ;D seneng deh
HapusBagus blog nya cyn, rajin post terus ya.. 90 untuk blog mu ;)
BalasHapusmakasih valen :* tetep pantengin updatean blog ku yah
Hapusnice blog woen ! keren banget isinya haha designnya juga bagus, 88 ya :)
BalasHapusmakasih dannis !
Hapussetuju bgt woen sama pendapat kmu.. keep posting yaa.. aku kasii nilai 86 :DD
BalasHapusmakasih novia ! udah ada postingan baru nih :) boleh diliat dan dicomment hehe
HapusBuat pendapat tentang kasusnya setuju bangett deh, udah hampir lengkap juga materi nya. Gue kasih nilai 90 yaa sukses:)
BalasHapusmakasih dewina cans yang gokils ! :*
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusCakep banget.. berfikir demokratis demi kemajuan bangsa bukan tuk kemunduran bangsa..
BalasHapussetuju dengan pendapat" yang telah di sampaikan
keep posting woen
ak kasih nilai 95
wahh :D makasih ya ko nico ! hihihi
Hapuswoen blognyaa bagus, keren, isinya juga menarik banget buat dibaca xD nilainya 92 yaaa^^
BalasHapusbagus deh kalo menarik hihihi :) thanks pingkan !
Hapuswalau ga begitu ngerti tentang politik tapi setelah baca jadi mendapatkan input yang berarti, nilai 90 buat cici Chuppa ^^
BalasHapusmakasiih banget yah :D
Hapus