Jumat, 19 September 2014

DEBATE - Day 3 - 19 September 2014

HALO HAI HAI !

Kembali lagi deh bersama saya, Woen. Cuma kali ini ada yang berbeda dari biasanya, bisa dilihat juga dari judul postingan kali ini. Ada kata “debate” nya dan memang bener kali ini saya akan membahas tentang perdebatan beberapa kasus yang saya dapatkan saat pelajaran filsafat hari ini. Namun saya akan men share pikiran dan pendapat saya disini, karena juga, jujur lebih mudah bagi saya untuk mengutarakan pendapat saya melalui tulisan daripada face to face :p
Jadi…Gimana ? kedengeran seru kan ? Kalo gitu kita langsung saja ke …..


KASUS 1
Pilkada Langsung atau Pilkada Tidak Langsung ?


Pertama – tama saya akan membahas tentang kasus yang 1, Pilkada Langsung atau Pilkada tidak Langsung. Dimana yang pilkada langsung itu dengan pemungutan suara secara demokrasi dari seluruh raykat dan yang pilkada tidak langsung itu dengan pemilihan lewat Dewan Perwakilan Rakyat, jadi mereka yang akan mewakili seluruh suara masyarakat. Terlebih dahulu sebelum dimulai, Saya akan mengutarakan gagasan utama tentang 2 pilihan yang tersedia, jadi Saya secara pribadi lebih setuju kearah yang pilkada langsung.

Dengan pendekatan empiris dan rationalisme, saya akan menjabarkan alasan mengapa saya kontra terhadap pilkada tidak langsung. Jadi bila kita bisa tengok kembali dan melihat dimana Soeharto dipilih saat sidang istimewa MPRS, saat keadaan pemerintahan Indonesia sedang buruk (G30S/PKI), jadi bukan karena pilihan rakyat, berujung pada penurunan Soeharto secara paksa oleh rakyat dari jabatannya sebagai presiden saat itu dan peristiwa kerusuhan 1998 yang sangat berdampak besar pada rakyat Indonesia, malah hingga sekarang peristiwa mengerikan itu tak pernah kandas dari ingatan rakyat Indonesia. Tentunya! Kita tidak ingin kejadian yang sama terulang kembali, ketika seorang pemimpin dipilihkan oleh wakil rakyat , yang bahkan sesungguhnya jika kita harus akui, selama ini , sampai sekarang, bukti kinerjanya hanya lah sebatas KKN saja, bukanlah hal yang baru jika terdengar berita tentang DPR yang korupsi dan sebagainya. Lalu mengapa kita harus mempercayakan pilihan kita ke mereka mereka ini yang sebagian besar dibutakan sengan uang, jadi dengan misalnya uang sogokan dari calon pemimpin itu, mereka mampu memilih si calon itu tanpa ba bi bu dan tanpa mempertimbangkan nasib masa depan Negara kita karena yang mereka pedulikan hanya keuntungan diri sendiri. 

Juga saya ingin menambahkan tentang seberapa kita mengenal calon pemimpin kita ini, lewat pemilu, biasanya lebih banyak dilakukan kampanye kampanye, aksi nyata ke masyarakat dan adanya sosialisasi antar calon pemimpin dan rakyat yang lebih. Mungkin  bisa dibantah bahwa ada pula yang namanya Golput, yang netral atau pun yang memilih karena diberi uang, namun itu kembali lagi ke pribadi masing – masing, mereka – mereka ini yang tidak peduli dengan apa jadinya bangsa kita, itu pilihan mereka untuk asal memilih ataupun tidak memilih. Namun kita tidak bisa mengesampingkan pilihan – pilihan yang telah dibuat oleh para peserta pemilu ini yang memang sungguh peduli terhadap siapa yang akan membawa maju bangsa ini.

Dengan sifat kebenaran :
1.       Kritis : Mari kita sadari kembali bahwa kita ini Negara demokrasi, dari oleh dan untuk rakyat. Kita mempunyai hak untuk memilih, menyampaikan aspirasi – aspirasi kita dan menurut saya tugas DPR itu lebih ke menyalurkan aspirasi- aspirasi kita. Dari banyaknya aspirasi kita yang berbeda- beda dari ujung Sabang sampai Merauke, disatukan dan disimpulkan, menjadi 1 keputusan akhir, sama halnya dengan proses pemilu.

2.       Normatif : Lagi, kita bisa kembali membuka undang undang kita kembali dimana pilkada langsung ini tercantum dalam UU RI no 42 tahun 2008 yang dikatakan bahwa pemilihan umum secara langsung oleh rakyat merupakan sarana pelaksanaan kedaulatanrakyat guna menghasilkan pemerintahan Negara yang demokratis dan berdasarkan pancasila dan UUD Negara republic Indonesia 1945

3.       Evaluatif : Kita tahu bahwa pemilu ini rutin dilakukan 5 tahun sekali. Walaupun masih terdapat kecacatan – kecacatan di dalam beberapa hal, namun sembarinya dilakukan terus menerus, akan berkembang, berusaha memperbaiki kecacatan yang terjadi sebelumnya dan meminimalisir kesalahan, dan sungguh memang terlihat, bisa dibandingkan dengan tahun – tahun sebelumnya, pemilu / pilkada sudah membaik – dan semakin membaik.

Kesimpulan : Dengan penjelasan penjelasan diatas yang saya berikan sesuai dengan kajian metode – metode dan teori kebenaran, saya yakin bahwa pilkada langsung adalah sesuatu kebenaran yang kita harus kembangkan, maka mari terus dukung Pilkada langsung agar terus dilaksanakan dan semakin membaik dari tahun – tahun sebelumnya.


KASUS 2
Pergaulan Bebas, Pro atau Kontra ?


Kali ini topiknya lagi booming banget kayaknya di jaman sekarang  ini, entah booming sebagai sesuatu yang positif atau yang negative. Maka dari itu, mari kita bahas perdebatan antara pro dan kontra tentang pergaulan bebas.

Pergaulan bebas bisa mencakup tentang banyak hal namun khusus kali ini saya akan lebih menekankan tentang seks bebas. Jadi pergaulan bebas ini sering sekali terjadi di kalangan remaja tentunya dan saya sebagai salah satu yang berhasil melewati tahap – tahap usia dimana maraknya terjadi pergaulan bebas, saya sangatlah menentang pergaulan bebas, saya kontra.

Kali ini saya akan lebih menggunakan pendekatan rationalism dibandingkan yang empiris. Jadi, seperti yang kita ketahui, sering kali pergulan bebas khususnya sex bebas ini memiliki resiko, yaitu entah resiko kehamilan ataupun penyakit menular. Pertama-tama kita bahas tentang dampaknya jika terjadi kehamilan diluar nikah. Dilihan dari efek psikologisnya, tentu mental si wanita akan sangat terganggu dimana ia merasakan tekanan dan rasa malu dari masyarakat dan keterpaksaan untuk meninggalkan segala-galanya ( sekolah, pergaulan teman yang nongkrong2 gitu) yang singkatnya merubah masa depan dan belum tentu pihak lelaki atau keluarga dapat menerimanya dengan baik. Dan secara fisik, tergantung dengan umur saat dinyatakan hamil, jika terlalu muda, belum tentu Rahim si perempuan sudah sanggup untuk melahirkan secara normal atau bahkan mampu mengancam nyawa entah si ibu ataupun si bayi akibat kelalaian2 yang dapat terjadi dikarenakan usia yg belum matang. Mungkin dalam hal ini, pihak perempuan lebih dirugikan dibandingkan lelaki karena menyisakan bukti yang konkrit. Berpikir lebih jauh lagi, dampak pun dapat menjalar ke dampak psikologis anak dari pada janin itu sendiri, jika tidak dibimbing dan diasuh dengan baik, akan menyebabkan traumatis ke pribadi si anak.

Memang ada cara – cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kehamilan, seperti aborsi contohnya , namun itu bukanlah cara yang benar menurut saya sebagai penganut agama katholik. Selain menyimpang dari segi agam dan budaya, juga di beberapa Negara tidak dianggap legal. Jangan pikir bahwa aborsi itu sangat aman bagi si yang hamil, karena tetap ada resiko untuk kematian.

Beralih ke dampak kedua dari pergaulan bebas yang saya ingin sampaikan disini, yaitu penyakit menular seks, yang bahkan beberapa dari penyakit2 itu belum ditemukan penyembuhannya. Maka secara rasional dan logis, untuk apa kenikmatan sesaat tapi pada akhirnya mampu memberikan begitu banyak dampak – dampak yang buruk yang sungguh tidak setimpal dari kenikmatan yang diterima. Jadi pergaulan bebas menurut saya sangat harus ditentang dan dihindari.

Dengan sifat kebenaran :
1.      Kritis : Kenikmatan sesaat yang berakibat menjalar ke masa depan, ke mental si perempuan ataupun si laki – laki, keluarga dari masing – masing pihak, si anak / janin/ bayi dari hasil pergaulan bebas itu dan juga penyimpang norma agama dan budaya

2.       Normatif : Jelas terpampang di kitab suci (karena saya katholik) bahwa salah satu perintah Tuhan adalah jangan berzinah.

3.       Evaluatif : Setiap tahunnya, kasus tentang pergaulan bebas makin sering dan sering terjadi ataupun dibicarakan atau bahkan menjadi sesuatu yang tidak tabu lagi, dan justru mengancam masa depan Negara yang berada di tangan tangan remaja – remaja kita ini.

Kesimpulan : Dengan penjelasan penjelasan diatas yang saya berikan sesuai dengan kajian metode – metode dan teori kebenaran, saya yakin bahwa pergaulan bebas adalah sesuatu yang amat patut untuk ditentang, bisa dilihat dari dampak dampaknya yang sungguh merugikan diri sendiri dan juga orang lain di berbagai aspek.

Sekian dari perdebatan saya dalam 2 kasus ini, semoga bermanfaat dan diharapkan masukan – masukan yang berintensi untuk mendorong postingan debat saya agar menjadi lebih baik lagi.

Thanks for reading J

Sumber :
https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=4&cad=rja&uact=8&ved=0CDgQFjAD&url=http%3A%2F%2Fwww.kemenpppa.go.id%2Fv3%2Findex.php%2Fperaturan-perundang-undangan%2Fundang-undang%3Fdownload%3D727%253Ayp&ei=wEEbVIrAAszluQSy94DwDQ&usg=AFQjCNGuqNDZihGGJmgj3Y3Nuk5lfALumw&bvm=bv.75774317,d.c2E

23 komentar:

  1. woen blognya bagus banget uda hampir lengkap ^^
    gw nilai 85 yah semangat terus kerjainnya

    BalasHapus
  2. Cici woen, pas baca blog cici aku terpana banget loh. Keren banget isinya aku jadi iri :") aku nilai 88 buat cici :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. masa sih sampe terpana ? hahaha blog kamu juga ga kalah bagus tau :*
      makasih de jeans

      Hapus
  3. Woen, awalnya gue lg mau liat liat blog ttg debat kmren. Ternyata gue salah liat punya lu karna punya lu keren dan lengkap bgtttt. Gue speechless liatnya juga karna gue gasuka politik (buat kasus 1) keren sayang. Semangat terus cantik :* kalau aku sih yes. 90 :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. aw aw aw jadi tersipu malu nihh wennn ! hihi makasih ya wenn yg lebih cans :*

      Hapus
  4. Woenn isi debat dan argumen kamu top banget deh . Aku jd makin ngrti deh tuh soal politik . 92 untuk woennnn !

    BalasHapus
  5. Bagus blog nya cyn, rajin post terus ya.. 90 untuk blog mu ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih valen :* tetep pantengin updatean blog ku yah

      Hapus
  6. nice blog woen ! keren banget isinya haha designnya juga bagus, 88 ya :)

    BalasHapus
  7. setuju bgt woen sama pendapat kmu.. keep posting yaa.. aku kasii nilai 86 :DD

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih novia ! udah ada postingan baru nih :) boleh diliat dan dicomment hehe

      Hapus
  8. Buat pendapat tentang kasusnya setuju bangett deh, udah hampir lengkap juga materi nya. Gue kasih nilai 90 yaa sukses:)

    BalasHapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. Cakep banget.. berfikir demokratis demi kemajuan bangsa bukan tuk kemunduran bangsa..
    setuju dengan pendapat" yang telah di sampaikan
    keep posting woen
    ak kasih nilai 95

    BalasHapus
  11. woen blognyaa bagus, keren, isinya juga menarik banget buat dibaca xD nilainya 92 yaaa^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. bagus deh kalo menarik hihihi :) thanks pingkan !

      Hapus
  12. walau ga begitu ngerti tentang politik tapi setelah baca jadi mendapatkan input yang berarti, nilai 90 buat cici Chuppa ^^

    BalasHapus