Sabtu, 27 September 2014

PRESENTASI THICK BOOK "INTELIGENSI" - Day 8

Ini adalah hasil powerpoint yang kita, kelompok Thick Book bikin secara kilat selama kurang lebih 1 jam yang diberitahu untuk buat secara dadakan.


Dilengkapi juga dengan pertanyaan - pertanyaan yang teman - teman berikan saat kita presentasi, tak lupa pula kita sudah cantumkan jawabannya di bawahnya :)


Enjoy your reading !!


Apa itu PENGETAHUAN


·                     Sesuatu yang mempengaruhi subjek (yang mengetahui) dalam dirinya, memperkaya eksistensi subjek, dan kesempurnaan yang mengembangkan eksistensi. 


·                     Relasional : membuat "saya" masuk ke dalam hubungan dengan sesuatu yang lain. 


·                     Trans-subjektif : kegiatan yang menjadikan orang keluar dari keterbatasan-keterbatasannya dan mentransendensikan kelakuan subjeknya.


·                     Perseptif : muncul secara spontan (secara langsung).


·                     Reflektif : membuat objektif kodrat dari manusia realitas apapun juga, dan mengungkapkannya baik dalam bentuk ide, konsep, definisi, dan putusan, maupun bentuk lambing, mitos, atau karya seni.


·                     Diskursif : ketika memperhatikan subjek dari benda, kemudian aspek yang lain, atau keseluruhan.


·                     Induitif : ketika menangkap atau memahami secara langsung benda atau situasi dalam suatu aspeknya, secara keseluruhan dalam suatu bagian, sebab dalam akibat, konsekuensi dan prinsip, dan sebagainya.


·                     Induktif : ketika menarik kesimpulan dari yang individual.


·                     Deduktif : ketika menarik kesimpulan dari yang umum atau universal.


·                     Spekulatif : ketika mempertimbangkan  hal-hal dalam ide-ide atau konsep-konsep tentang hal-hal itu.


·                     Praktis : kalau mempertimbangkan hal-hal menurut bagaimana mereka bisa digunakan


·                     Sinergis : menggunakan seluruh keadaan dari subjek (yang mengetahui), keseluruhan yang dikoordinasikan dari anggota-anggotanya, organ-organnya, dll. karena tidak baik jika mereduksikan atau menekankan pada salah satu caranya. 


Pengetahuan dari Segi Subjek 

·        Karakterisktik :
a. Keterbukaan : sadar akan eksistensi dan kodrat realitas.
b. Kemampuan menyambut : objek  mempengaruhi eksistensi subjek.
c. Interioritas : ada tempat dalam si pengenal dalam dirinya.

·        Akar karakteristik:
a. Dimensi supramaterial ( immaterialitas) si pengenal.
b. Di satu pihak objek adalah yang membatasi, di lain pihak subjek yang mengetahui 
    batas-batas jasmaniah.

Pengetahuan dari Segi Objek

·        Untuk menjadi objek yang dikenal :
a. membuat kesan atau mempengaruhi subjek
b. Memiliki struktur
c. Memiliki bentuk yang khas 
d. Bentuk (morphe : Yunani, species : Latin)
e. Menunjukkan orientasi, kegiatan, tujuan, dan arti benda
f. Bentuk dalam arti eidos (konsep, gagasan): mengapa dan untuk apa

Perolehan Pengetahuan 

a. Inderawi : didapatkan secara langsung melalui alat indera (mata, hidung, telinga, mulut).
b. Intelektif : didapat melalui khayalan dan ingatan.

Bukan Intelegensi

·        Pengetahuan inderawi (dihasilkan oleh indera) jika melihat objek tanpa mengenal kodratnya atau tanpa mencoba untuk mengerti atau memahami.
·        Berbeda dengan sifat dari intelegensi yang menangkap kodrat objek, disimpan, dan dipertimbangkan meskipun objek masih ada atau tidak ada.

Sifat dan Objek Intelegensi Manusia
Inteligensi dinilai dari obyektifitas sesorang. Menurut Descartes, “Roh memungkinkan 
mencapai hakikat sendiri dari realitas dan pancarindera memberitahu apa yang berguna 
dan merugikan”. Menurut psikologi kontemporer, “membandingkan inteligensi orang 
dewasa (objek) dan inteligensi anak (subjek/egosentris)”.

Intelegensi Dewasa
Orang dewasa mendalami realitas mengenai alam semesta, bagaimana kejadiaanya, 
pengaruh, keterkaitan berbagai faktor yang melahirkan peradaban.

Ciri khas : objektif, menddalam , terstruktur, dan tak terbatas 

Berbeda dengan inteligensi anak yang bersifat egosentris dan subjektif (penafsiran 
tentang dirinya), menangkap realitas melalui hasrat – hasrat pribadi dan ketakutan yang
berlebihan.
   
Prinsip Penegasan Penilaian Kesimpulan dan Penalaran  

1.Prinsip identitas 
2.Prinsip alasan yang mencukupi 
3.Prinsip Kausaltitas efisien 

Semua itu bersifat eviden dan merupakan dinamime yang ada dalam kegiatan  
intelektual kita. 

Kondisi Dimana Intelegensi bisa Diterjemahkan dalam Kegiatan

a)Inteligensi : kemampuan manusia dalam beroperasi serta partisipasi pada 
                  kemampuan lainnya
·       
b)Yang dimengerti selalu dipahami

c)Tidak memahami sesuatu secara seketika (progresif)

d)Merupakan aktifitas dinamisme intelektual

e)Perlu bantuan dan kolaborasi & info mengenai objek


Intelligence


·        Secara etimologis intelligence berasal dari kata intellectus dan kata kerja intellegere.

·        Intellegere dari kata intus (pikiran atau akal) dan legere ( membaca atau menangkap).

·        Inteligen adalah menangkap apa yang fundamental dan esensi dari suatu gejala serta melihat apa yang paling hakiki dalam suatu kegiatan. Inteligensi dalam tingkat yang lebih tinggi dipahami sebagai proses pemecahan masalah dengan penggunaaan pemikiran abstrak.

·        Berisi unsur-unsur seperti simbolisasi dan komunikasi pemikiran abstrak, analisis kritis, dan rekonstruksi untuk praktik dan teoretis.

Pertanyaan - Pertanyaan

1. Apakah orang yang memiliki IQ dibawah rata – rata pasti memiliki interioritas yang sempit? (Niko 705140164) 

2.Bagaimana pendapat anda tentang anak – anak yang sudah berpikir seperti orang dewasa ? (Niko 705140164) 

3.Apa itu prinsip kausalitas efisien ? (Niko 705140164)

4.Bagaimana cara masyarakat tau mengenai inteligensi ? (Florenchia 705140012) 

5.Berikan contoh inteligensi dewasa yang objektif  ! (kelompok 9 AB) 

6. Apa itu pengetahuan intelektif ? (Amira 705140034)


Jawaban – Jawaban

1. Menurut kami, IQ tidak dipengaruhi oleh ukuran interioritas yang dimiliki masing – masing individu. Karena menurut penelitian IQ itu lebih tergantung pada genetic, lingkungan, terapi dan gizi. IQ pun bisa berubah seiring berjalannya waktu,IQ pun dapat diasah. Jadi menurut kami, IQ dibawah rata – rata tidak berhubungan dengan interioritasnyam namun lebih karena faktor – faktor yang disebutkan tadi

2. Anak – anak dengan pikiran yang lebih dewasa daripada pikiran anak – anak lain seumurnya, lebih karena disebabkan oleh cara pengasuhan orang tua ataupun faktor luar dimana logika si anak sudah lebih terasah memiliki kemampuan kognitif lebih dibandingkan umumnya.

3. Kausalitas : kenyataan bahwa setiap peristiwa disebabkan oleh asal, penyebab/ prinsip 
Efisien : tepat atau sesuai untuk mengerjakan / menghasilkan sesuatu dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga ataupun biaya. Jadi , lengkapnya, apapun yang mulai ada, menuntut adanya suatu sebab yang efisien. 

4. Diperlukan adanya sosialisasi antar elemen untuk memperkenalkan apa arti intelegensi, penggunaan atau aplikasi dan pemanfaatannya yang benar dan tepat. Sosialisasi ini penting mengingat bahwa ada segelintir oran yang memanfaatkan inteligensi sesorang untuk hal – hal negative dan membahayakan. Contohnya : terorisme. Oleh karena itu sosialisasi dalam berbagai bentuk terutama lembaga pendidikan sangat diperlukan di era globalisasi ini.  

5. Contoh :Waktu penilaian mengenai kasus korupsi. Mungkin seorang anak yang berumur
5 tahun akan menganggap bahwa orang yang ditangkap itu pencuri, tapi anak ini belum tahu apakah benar orang yang ditangkap ini salah / benar. Sedangkan untuk orang dewasa, ada pro & kontra. Yang menilai secara positif pasti ada praduga tak bersalah dan masih menunggu proses hukum yang berlangsung, karena orang dewasa lebih mengerti bahwa orang yang ditangkap tidak langsung bersalah tapi masih ada proses panjang seperti sidang - sidang dan tuntutannya. Pada anak kecil, dia hanya akan tahu bahwa orang yang ditangkap berarti bersalah dan ini yang dimaksud pandangan subjektif, sedangkan orang dewasa tadi adalah contoh pandangan objektifnya. 

6. Pengetahuan intelektif : pengetahuan yang dicapai oleh manusia & didapat dari mahluk hidup di dunia ini lewat khayalan dan ingatan.  




Sumber : Buku Pembelajaran Filsafat untuk Perkuliahan KBK Blok Filsafat Fakultas Psikologi UNTAR Jakarta 


7 komentar:

  1. isinyaa lengkapp dan mudah dimengerti 90 yaaa

    BalasHapus
  2. Singkat,lengkap,dan jelas. Nice post :D. Nilainya 90 buat cici woen

    BalasHapus
  3. design blognya unik, keliatan classic gitu
    penjelasannya juga lengkap deh
    90 bwt woen :D

    BalasHapus
  4. Lengkap, tampilannya bagus, 90 ya ;)

    BalasHapus
  5. Presentasinya bagus loh kemaren hehe 95 yaaa

    BalasHapus
  6. Blognya emang keren dehhhh, gak bisa berkata-kata lagi, langsung aja gua kasih 100!!!!!!

    BalasHapus
  7. Keren banget sih, penjelasannya juga rinci banget. Oke banget deh blog lu, super duper! 100 dah!!

    BalasHapus