Hai semua ! kemarin sudah kecapean banget sampai ga kuat lanjutin yg Part 2 ;(Jadi sekarang kita langsung to the point aja yuk ! Kita mulai dari pembahasan tentang Logika
Logika itu apa sih ? Pasti udah pada ga
asing kan sama kata yang satu ini. Tapi disini saya bakal jelasin secara
pengertian filsafat. Logikos : sesuatu yang diungkapkan/ diutarakan lewat
bahasa (bahasa Yunani)
Jadi logika itu adalah cabang
filsafat yang mempelajari, menyusun, dan membahas asas-asas ,aturan formal
serta kriteria yang sahih bagi penalaran dan penyimpulan untuk mencapai
kebeneran yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional.
SINGKATNYA : ilmu pengetahuan dan kecakapan untuk
berpikir lurus.
Logika ini adalah sebuah cabang filsafat
yang praktis, yang berarti
dapat diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari - hari. Obyek Logika dibagi
menjadi 2, Obyek material
(manusia) dan obyek formal (kegiatan akal budi yang tampak melalui ungkapan
pikiran melalui bahasa).
Kalau dipikir – pikir, ada ga sih manfaat
dari belajar logika ? tentunya ada dong ! ga mungkin kita belajar sesuatu tanpa
ada gunanya :3 Nih manfaatnya
1. Membantu setiap orang untuk berpikir
kritis, rasional dan metodis
2. Meningkatkan kemampuan bernalar secara
abstrak
3. Berpikir lebih tajam dan mandiri
4. Menambah kecerdasan berpikir untuk
menghindari fallacy
Sejarah logika
- Istilahnya pertama kali digunakan oleh Zeno dengan aliran Stoisismenya tapi yang pertama kali menggunakannya sebagai ilmu adalah Aristoteles. Namun pada saat
itu istilah yang digunakan bukanlah Logika melainkan Analitika.
- Prinsip logika tradisional ------------>
prinsip logika modern (Aristoteles)
(definisi,konsep,term) tetap
Macam – macam logika
- Logika kodrati : akal budi bekerja menurut hukum
logika secara spontan
- Logika ilmiah : mempertajam akal budi manusia
sehingga lebih teliti dan tepat dan menghindari fallacy ( kesesatan )
- Logika formal/minor : kebenaran bentuk dengan mengabaikan
isi yang terkandung dalam argumentasi tersebut
- Logika material/isi/mayor : kebenaran isi sesuai dengan kenyataan
Juga, logika ini dapat dibagi menjadi 2 bagian :
1. Logika Induktif :
- Pengertian : Cara kerja ilmu pengetahuan dengan
penarikan kesimpulan dari khusus
ke umum
- Ciri – ciri :
§ selalu tidak lengkap, cth. Dalam
penelitian ilmiah, peneliti hanya menggunakan data yang dianggap mewakili saja,
tidak secara keseluruhan.
§ Sehingga tidak menjamin bahwa kesimpulan
itu benar secara mutlak
§ Namun argumentasi akan menjadi lebih kuat
apabila jumlah kasus individualnya diperbanyak
§ Argumentasi-argumentasinya tidak dinilai
sebagai valid atau invalid, melainkan berdasarkan probabilitas
§ Kesimpulannya berupa pernyataan “umum” ,
lebih luas dari premis - premisnya
§ Premis – premis = proposisi empiris ( bdk.
Observasi indera)
- Proses induksi dibedakan menjadi
§ Generalisasi induksi : apa yang terjadi beberapa kali
dapat diharapkan akan selalu terjadi apabila kondisi yang sama terpenuhi
§ Analogi induktif : mencari persamaan diantara 2
hal yang berbeda
§ Hubungan sebab akibat : suatu peristiwa disebabkan oleh sesuatu
2. Logika Deduktif :
- Pengertian : kebalikan dari Logika Induktif, yaitu
cara kerja ilmu pengetahuan dengan penarikan kesimpulan dari umum ke khusus
- Ciri – ciri :
§ Selalu diungkapkan dalam bentuk silogisme
(penarikan kesimpulan dari premis – premis yang sudah diketahui) dan terdiri
dari 2 premis dan sebuah kesimpulan
N.B. premis :
dianggap benar jika sesuai realitas dan sebaliknya
§ Argumentasi – argumentasi dinilai lebih
berdasarkan atas valid dan invalid
§ Premis – premis = proposisi kategoris
§ Silogismenya terdiri dari 3 term yang
berbeda ( term mayor, term minor dan term menengah)
Contoh :
Premis mayor
: Binatang yang menyusui adalah binatang mamalia
Premis minor
: Anjing itu menyusui
Kesimpulan :
Anjing adalah binatang mamalia
Term mayor :
Binatang mamalia
Term minor :
Anjing
Term
menengah : Menyusui
Sudah jelas belum soal yang Logika ?? semoga udah ya. Soalnya sekarang kita akan berlanjut ke topic yang terakhir untuk pertemuan day 4 yaitu
Critical Thinking
Tidak semua orang mampu berpikir kritis, dimana yang dimaksud
berpikir kritis itu sendiri itu menurut Strader
adalah pemeriksaan/ pengamatan atas sesuatu asumsi tentang bukti terbaru dan
mengintepretasikan dan mengevaluasi argument dalam rangka menegakkan kesimpulan
atas suatu perspektif baru. Bahasa mudahnya, kita tidak menerima secara cuma – cuma informasi yang diberikan, namun
diintepretasikan, dipikirkan dan dikaitkan secara rasional apakah logis dan
mempertanyakannya sampai ke titik terdalam informasi tersebut.
Adapun karakteristik dari berpikir kritis,
yaitu :
1. Rasional,
Reasonable, Reflektif
(RRR) : bukan sekedar hanya karena keinginan pribadi, namun juga
mempertimbangkan alasan – alasan dan bukti - bukti
2. Ada Skepticism
yang sehat dan konstruktif : menerima setelah benar – benar mengerti hal tersebut
3. Otonomi : tidak mudah dimanipulasi dan berpikir
dengan pikiran sendiri
4. Kreatif
: ide – ide yang original
dari diri sendiri yang menghubungkan pemikiran – pemikiran dan konsep
5. Adil : tidak bias atau berpihak
6. Dapat
dipercaya dan dilakukan :
memutuskan tindakan yang akan dilakukan, membuat observasi yang terpercaya,
menegakkan kesimpulan dengan tepat, mengatasi maslah dan mengeavluasinya
Selain itu, dibagi lagi menjadi 5 ,yaitu model – model berpikir
kritis :
T
: Total recall
H
: Habits
I :
Inquiry
N
: New ideas and creativity
K
: knowing how you think
1.
Total recall (pemanggilan total)
-
Mampu
mengingat dan menemukan kejadian
atau fakta yang pernah disimpan di dalam pikiran
-
Cara
mengingat : dipilah – pilah / dikelompokkan dan dikaitkan dengan pengalaman
2.
Habits ( Kebiasaan)
-
Sesuatu
yang dilakukan tanpa berpikir karena
intensitas pengulangannya sering.
-
Cth,
lain : intuisi / gerakan hati
3.
Inquiry (Pencarian Informasi)
-
Memeriksa / menggali isu – isu secara
mendalam dengan
menanyakan hal – hal yang terlihat nyata sehingga hasilnya akan lebih baik dan
akurat
4.
New Ideas and Creativity ( Ide – ide baru
dan kreativitas)
-
Berpikir
melebihi buku sumber , mencoba hal baru yang belum pernah dicoba
sebelumnya, mau menjadi berbeda dari
mayoritas
5.
Knowing How You Think ( Mengetahui apa
yang anda pikirkan)
-
Berpikir
tentang bagaimana seseorang berpikir,
metacognition, refleksi dengan mengaitkan dengan hal – hal abstrak yang ada di
pikiran pada suatu situasi tertentu
Hore teman – teman, akhirnya ini adalah akhir dari postingan
tentang pertemuan Day 4 J Kira – kira kalau ada masukan ataupun pernyataan, bisa
ditambahkan melalui kolom komentar dibawah ini J
ditunggu loh !
Thanks for reading !
Sumber : powerpoint bahan kuliah dari Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara


.jpg)

keren nih. lengkap banget. kasih 85 yah.
BalasHapusbagus deh kalo berguna ! makasih ilham
HapusWoen pnjelasannya gmpang dimengerti! Bgus nihh nilainya 90 yahh
BalasHapusmakasih dessy !
HapusWoennn, blognya rapi, penjelasannya mudah dimengerti dan gak bikin pusing hahaha designnya juga bagus nih. Dapet 90 ya :*
BalasHapusbagus deh kalo ga pusin - pusing hihi thanks a lot ingrid cans
HapusRapih dan ada gambar nyaaa menarik utk dibaca 90 ya:)
BalasHapussahna kamu dimana - mana, pembaca setia blog aku ! makasih ya muah hihhihihi
Hapusudah rapi blognya dan materinya cukup bisa dimengerti, 90 ya cici woen :)
BalasHapusthanks litha !!!
HapusGa ada bosennya deh bacanya TOP deh buat cc Chuppa, nila 90 ya
BalasHapusmakasih lagi ! hehehe
Hapusrapi banget blognya hahaha 90 :)
BalasHapus