Minggu, 21 September 2014

Blok Filsafat Day 4 - Logika Induktif vs Logika Deduktif & Critical Thinking


Hai semua ! kemarin sudah kecapean banget sampai ga kuat lanjutin yg Part 2 ;(Jadi sekarang kita langsung to the point aja yuk ! Kita mulai dari pembahasan tentang Logika




Logika itu apa sih ? Pasti udah pada ga asing kan sama kata yang satu ini. Tapi disini saya bakal jelasin secara pengertian filsafat. Logikos : sesuatu yang diungkapkan/ diutarakan lewat bahasa (bahasa Yunani)

 Jadi logika itu adalah cabang filsafat yang mempelajari, menyusun, dan membahas asas-asas ,aturan formal serta kriteria yang sahih bagi penalaran dan penyimpulan untuk mencapai kebeneran yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional
SINGKATNYA : ilmu pengetahuan dan kecakapan untuk berpikir lurus.

Logika ini adalah sebuah cabang filsafat yang praktis, yang berarti dapat diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari - hari. Obyek Logika dibagi menjadi 2, Obyek material (manusia) dan obyek formal (kegiatan akal budi yang tampak melalui ungkapan pikiran melalui bahasa).

Kalau dipikir – pikir, ada ga sih manfaat dari belajar logika ? tentunya ada dong ! ga mungkin kita belajar sesuatu tanpa ada gunanya :3 Nih manfaatnya
1.     Membantu setiap orang untuk berpikir kritis, rasional dan metodis
2.     Meningkatkan kemampuan bernalar secara abstrak
3.     Berpikir lebih tajam dan mandiri
4.     Menambah kecerdasan berpikir untuk menghindari fallacy

Sejarah logika
-         Istilahnya pertama kali digunakan oleh Zeno dengan aliran Stoisismenya tapi yang pertama kali menggunakannya sebagai ilmu adalah Aristoteles. Namun pada saat itu istilah yang digunakan bukanlah Logika melainkan Analitika.
-         Prinsip logika tradisional       ------------>   prinsip logika modern (Aristoteles)
    (definisi,konsep,term)             tetap

Macam – macam logika
-         Logika kodrati : akal budi bekerja menurut hukum logika secara spontan
-         Logika ilmiah : mempertajam akal budi manusia sehingga lebih teliti dan tepat dan menghindari fallacy ( kesesatan )
-         Logika formal/minor : kebenaran bentuk dengan mengabaikan isi yang terkandung dalam argumentasi tersebut
-         Logika material/isi/mayor : kebenaran isi sesuai dengan kenyataan

Juga, logika ini dapat dibagi menjadi 2 bagian :
1.     Logika Induktif :
-         Pengertian : Cara kerja ilmu pengetahuan dengan penarikan kesimpulan dari khusus ke umum

-         Ciri – ciri :
§  selalu tidak lengkap, cth. Dalam penelitian ilmiah, peneliti hanya menggunakan data yang dianggap mewakili saja, tidak secara keseluruhan.
§  Sehingga tidak menjamin bahwa kesimpulan itu benar secara mutlak
§  Namun argumentasi akan menjadi lebih kuat apabila jumlah kasus individualnya diperbanyak
§  Argumentasi-argumentasinya tidak dinilai sebagai valid atau invalid, melainkan berdasarkan probabilitas
§  Kesimpulannya berupa pernyataan “umum” , lebih luas dari premis - premisnya
§  Premis – premis = proposisi empiris ( bdk. Observasi indera)

-         Proses induksi dibedakan menjadi
§  Generalisasi induksi : apa yang terjadi beberapa kali dapat diharapkan akan selalu terjadi apabila kondisi yang sama terpenuhi
§  Analogi induktif : mencari persamaan diantara 2 hal yang berbeda
§  Hubungan sebab akibat : suatu peristiwa disebabkan oleh sesuatu

2.     Logika Deduktif :
-         Pengertian : kebalikan dari Logika Induktif, yaitu cara kerja ilmu pengetahuan dengan penarikan kesimpulan dari umum ke khusus

-         Ciri – ciri :
§  Selalu diungkapkan dalam bentuk silogisme (penarikan kesimpulan dari premis – premis yang sudah diketahui) dan terdiri dari 2 premis dan sebuah kesimpulan
N.B. premis : dianggap benar jika sesuai realitas dan sebaliknya
§  Argumentasi – argumentasi dinilai lebih berdasarkan atas valid dan invalid
§  Premis – premis = proposisi kategoris
§  Silogismenya terdiri dari 3 term yang berbeda ( term mayor, term minor dan term menengah)

Contoh :
Premis mayor : Binatang yang menyusui adalah binatang mamalia
Premis minor : Anjing itu menyusui
Kesimpulan : Anjing adalah binatang mamalia

Term mayor : Binatang mamalia
Term minor : Anjing
Term menengah : Menyusui


Sudah jelas belum soal yang Logika ?? semoga udah ya. Soalnya sekarang kita akan berlanjut ke topic yang terakhir untuk pertemuan day 4 yaitu

Critical Thinking 




Tidak semua orang mampu berpikir kritis, dimana yang dimaksud berpikir kritis itu sendiri itu menurut Strader adalah pemeriksaan/ pengamatan atas sesuatu asumsi tentang bukti terbaru dan mengintepretasikan dan mengevaluasi argument dalam rangka menegakkan kesimpulan atas suatu perspektif baru. Bahasa mudahnya, kita tidak menerima secara cuma – cuma informasi yang diberikan, namun diintepretasikan, dipikirkan dan dikaitkan secara rasional apakah logis dan mempertanyakannya sampai ke titik terdalam informasi tersebut.

Adapun karakteristik dari berpikir kritis, yaitu :
1.     Rasional, Reasonable, Reflektif (RRR) : bukan sekedar hanya karena keinginan pribadi, namun juga mempertimbangkan alasan – alasan dan bukti - bukti
2.     Ada Skepticism yang sehat dan konstruktif : menerima setelah benar – benar mengerti hal tersebut
3.     Otonomi : tidak mudah dimanipulasi dan berpikir dengan pikiran sendiri
4.     Kreatif : ide – ide yang original dari diri sendiri yang menghubungkan pemikiran – pemikiran dan konsep
5.     Adil : tidak bias atau berpihak
6.     Dapat dipercaya dan dilakukan : memutuskan tindakan yang akan dilakukan, membuat observasi yang terpercaya, menegakkan kesimpulan dengan tepat, mengatasi maslah dan mengeavluasinya

Selain itu, dibagi lagi menjadi 5 ,yaitu model – model berpikir kritis :
T  : Total recall
H  : Habits
I   : Inquiry
N : New ideas and creativity
K : knowing how you think

1.     Total recall (pemanggilan total)
-         Mampu mengingat dan menemukan kejadian atau fakta yang pernah disimpan di dalam pikiran
-         Cara mengingat : dipilah – pilah / dikelompokkan dan dikaitkan dengan pengalaman

2.     Habits ( Kebiasaan)
-         Sesuatu yang dilakukan tanpa berpikir karena intensitas pengulangannya sering.
-         Cth, lain : intuisi / gerakan hati

3.     Inquiry (Pencarian Informasi)
-         Memeriksa / menggali isu – isu secara mendalam dengan menanyakan hal – hal yang terlihat nyata sehingga hasilnya akan lebih baik dan akurat

4.     New Ideas and Creativity ( Ide – ide baru dan kreativitas)
-         Berpikir melebihi buku sumber , mencoba hal baru yang belum pernah dicoba sebelumnya, mau menjadi berbeda dari mayoritas

5.     Knowing How You Think ( Mengetahui apa yang anda pikirkan)
-         Berpikir tentang bagaimana seseorang berpikir, metacognition, refleksi dengan mengaitkan dengan hal – hal abstrak yang ada di pikiran pada suatu situasi tertentu


Hore teman – teman, akhirnya ini adalah akhir dari postingan tentang pertemuan Day 4 Kira – kira kalau ada masukan ataupun pernyataan, bisa ditambahkan melalui kolom komentar dibawah ini J ditunggu loh !
Thanks for reading !


Sumber : powerpoint bahan kuliah dari Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara

13 komentar:

  1. keren nih. lengkap banget. kasih 85 yah.

    BalasHapus
  2. Woen pnjelasannya gmpang dimengerti! Bgus nihh nilainya 90 yahh

    BalasHapus
  3. Woennn, blognya rapi, penjelasannya mudah dimengerti dan gak bikin pusing hahaha designnya juga bagus nih. Dapet 90 ya :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. bagus deh kalo ga pusin - pusing hihi thanks a lot ingrid cans

      Hapus
  4. Rapih dan ada gambar nyaaa menarik utk dibaca 90 ya:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sahna kamu dimana - mana, pembaca setia blog aku ! makasih ya muah hihhihihi

      Hapus
  5. udah rapi blognya dan materinya cukup bisa dimengerti, 90 ya cici woen :)

    BalasHapus
  6. Ga ada bosennya deh bacanya TOP deh buat cc Chuppa, nila 90 ya

    BalasHapus
  7. rapi banget blognya hahaha 90 :)

    BalasHapus